Menelusuri Jejak Awal Munculnya Hiburan Rakyat “Layar Tancap”
- 23 Des 2024 17:36 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bagi anda yang mempunyai hobi nonton tentu tak asing lagi dengan sarana untuk menonton film favorit yaitu bioskop. Sebelum adanya bioskop seperti sekarang ini, orang zaman dulu menonton film dengan menggunakan layar besar, diruang terbuka dengan suasana yang ramai.
Bioskop keliling atau zaman dulu menyebutnya dengan “Layar Tancap”, sangat populer di Indonesia, dan sudah ada sejak awal abad ke 20 atau sekitar tahun 1901. Pada masa itu layar tancap digunakkan sebagai pertunjukkan oleh masyarakat yang mengadakan pesta perkawinan dan khitanan.
Sejarah munculnya layar tancap di Indonesia menjadi alat propaganda dalam perang Jepang Timur Raya. Setelah Indonesia diambil alih oleh pemerintahan Jepang, Machida Kenji seorang perwira militer Jepang mendirikan Sendenbu(Badan Propaganda dan Penerangan).
Pada April 1943 mereka mendirikan distributor film yang mempunyai tugas untuk mengawasi dan mengatur pemutaran film sebagai alat untuk menarik simpati rakyat, fil-film tersebut diputar untuk menyebarkan ideologi dan kebudayaan Jepang. Demi untuk mencapai tujuannya, mereka memperluas jangkauan dari propagandanya, dengan cara memutarkan film-film tersebut dilapangan terbuka, cara inilah yang disebut dengan layar tancap atau bioskop keliling atau juga misbar(gerimis bubar), awalnya pertunjukkan ini ditujukan bagi kalangan tertentu seperti romusa, murid dan pegawai pabrik.
Pemerintah militer Jepang mengadakan pertunjukkan sampai kepolosok desa dengan tujuan menarik penonton sebanyak-banyaknya. Sampai pada saat perayaan ulang tahun Perang Asia Timur Raya pada Desember 1943, mereka kembali mengadakan pertujukkan layar tancap dan berhasil menarik penonton dengan jumlah yang sangat besar.
Kini layar tancap telah bertranformasi menjadi sarana hiburan rakyat, dan berbagai jenisfilm diputar mulai dari film lokal sampai film asing, layar tancap juga menjadi ajang kumpul bersama dan menjadi pusat keramaian didesa-desa. Tentu saja layar tancap pernah mencapai kejayaanya pada tahun 1990-an, yang menjadi sarana alternatif hiburan yang murah meriah dan mudah dijangkau oleh masyarakat.
Seiring munculnya televisi dan bioskop pada masa sekarang, popularitas layar tancap semakin menurun. Walau layar tancap tak sepopuler dulu, warisan ini tetap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari sejarah perfilman di Indonesia dan kenangan yang tak terlupakan bagi banyak orang. (Sumber: tirto.id)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....