Sibelang, Harimau Sumatra Vs Macan Tutul Memiliki Perbedaan Signifikan

  • 15 Des 2024 21:42 WIB
  •  Sabang

KBRN Sabang,- Meskipun sering dianggap sama, keduanya memiliki ciri khas dan perbedaan yang menarik untuk kita pelajari, mari kita bahas tentang kedua hewan buas ini yang cukup familiar di Indonesia, yaitu Harimau Sumatera dan Macan tutul, seringkali dianggap sebagai dua hewan yang sama. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dari segi spesies dan habitat.

Panthera tigris sumatrae, atau harimau sumatera adalah subspesies harimau terkecil namun paling garang di dunia. Hewan ini endemik di Pulau Sumatera dan merupakan salah satu ikon satwa liar Indonesia yaitu adalah subspesies harimau terkecil namun paling garang di dunia.

Dan lebih kecil dibandingkan subspesies harimau lainnya, namun tetap memiliki tubuh yang kuat dan berotot. Memiliki corak warna oranye kemerahan dengan motif garis-garis hitam yang rapat dan lebar. Beberapa ciri khas yaitu bentuk kepala relatif lebih bulat dibandingkan subspesies harimau lainnya, memiliki juntaian ekor yang panjang dan berumbai pada ujung, serta memiliki cakarnya yang tajam sebagai senjata utama dalam mencabik mangsanya yang mana cakarnya dapat ditarik masuk pada jari-jari kaki untuk melindungi ketajaman cakarnya.

Tak hanya itu, harimau sumatera terkenal sebagai perenang yang handal dan sering menyeberangi sungai-sungai untuk berpatroli untuk mencari mangsa atau menyebrangi sungai dalam rangka mencari wilayah barunya. Suara mengaumnya sangat khas dan dapat terdengar dari jarak yang jauh.

Mereka hidup dan beradaptasi pada hutan yang memiliki kategori hutan tropis dataran rendah dan wilayah pegunungan di Sumatera. Perilaku Harimau Sumatera ini ialah sebagai hewan soliter, mereka lebih cenderung lebih suka hidup menyendiri pada wilayah kekuasaannya yang luas dan akan terus tetap mempertahankan wilayahnya dari harimau yang lain. Di juluki sebagai pemburu yang ulung dan sangat lihai, dalam melakukan aksi berburu untuk mengejar mangsanya ia mampu berlari kencang serta mampu melompat tinggi untuk menangkap target buruannya.

Berbeda dengan Panthera pardus si penjelajah hutan atau Macan hutan spesies kucing besar yang tersebar luas di berbagai benua, termasuk Asia. Di Indonesia, macan tutul sering ditemukan di hutan-hutan Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Memiliki postur tubuh lebih kecil dari harimau, namun lebih besar dari kucing liar pada umumnya, dengan corak bulu yang berwarna kuning kecoklatan dengan motif bintik-bintik hitam yang sangat khas.

Mengutip dari lama Wikipedia Indonesia habitat mereka beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga daerah pegunungan, perlu anda ketahui si penjelajah hutan yang satu ini ialah tergolong pemakan mamalia kecil seperti, burung, reptil, ikan dan bahkan ia juga memakan buah-buahan.

Prilaku hewan ini sama seperti harimau, yaitu soliter atau menyendiri, macan tutul ini pun juga suka hidup menyendiri. Hebatnya lagi mereka mampu beradaptasi dan memiliki keahlian infiltrasi yang hampir sempurna dalam kemampuan menyergap targetnya, diberbagai habitat dan jenis mangsanya. Macan tutul adalah pemanjat pohon yang sangat ulung, dan sering ditemukan saat ia berburu dan menunggu mangsa buruannya ia cenderung berada di atas pohon.

Walaupun hewan buas ini statusnya di lindungi, tetapi Ancaman kerap terjadi dan sangat serius terhadap kelestariannya, seperti perburuan, perusakan habitat, dan konflik dengan manusia, namun upaya konservasi yang dilakukan BKSDA dengan peraturan untuk memperketat penegakan hukum terhadap perburuan satwa liar. Dengan melakukan upaya rehabilitasi dan restorasi habitatnya, pengembangan kawasan konservasi, dalam kawasan hutan lindung dan taman nasional serta upaya edukasi pendidikan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian satwa liar yang di lindungi agar terhindar dari jeratan hukum pidana, yang tercantum pada peraturan pemerintah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan dapat dipidana dengan hukuman kurungan dengan Sanksi pidana untuk pelaku perburuan satwa liar di Indonesia adalah penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Dalam artikel ini kita dapat mengetahui prilaku dan habitat pada kedua hewan buas ini baik harimau Sumatera maupun macan hutan adalah hewan buas yang menakjubkan dan memiliki peran penting dalam ekosistem. Meskipun keduanya sama-sama kucing besar, perbedaan fisik dan perilaku mereka cukup signifikan. Penting bagi kita untuk melindungi kedua spesies ini agar kelestarian alam tetap terjaga. (Wikipedia Indonesia)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....