The Golden Twins, Kisah Kembar Berprestasi dari Al-Mujaddid

  • 15 Sep 2026 13:15 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang – Ada cerita menarik di balik gemilangnya prestasi santri Pesantren Terpadu Al-Mujaddid Kota Sabang dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026. Dari delapan santri jenjang SMA yang berhasil meraih prestasi dan melaju ke tingkat Provinsi, dua di antaranya merupakan saudara kembar. Mereka adalah Muhammad Dava Al Khalish dan Diva Almira Khalisha.

Dava dan Diva adalah anak dari pasangan Adi Zulfikar dan Nurmala. Keduanya kini duduk di kelas 12 SMA Al-Mujaddid. Sejak kecil, dua bersaudara ini tumbuh bersama dalam lingkungan keluarga yang memberikan ruang bagi keduanya untuk belajar, mencoba berbagai hal dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Menjadi saudara kembar membuat Dava dan Diva memiliki cerita yang berbeda. Mereka tumbuh di usia yang sama, berada di lingkungan pendidikan yang sama, bahkan sama-sama memiliki kegemaran untuk mengikuti berbagai kegiatan. Namun, masing-masing memiliki bidang yang menjadi kekuatannya. Diva dikenal menonjol dalam bidang tilawah dan keagamaan, sementara Dava menunjukkan kemampuan dalam bidang akademik dan kompetisi.

Namun, keberanian untuk tampil di depan orang lain tidak tumbuh bersamaan pada keduanya. Saat masih kecil, Dava justru dikenal sebagai anak yang pemalu. Berbeda dengan Diva yang sejak duduk di bangku sekolah dasar sudah berani mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan kerap menjadi juara kelas.

Perbedaan karakter itu membuat perjalanan Dava menuju dunia perlombaan berlangsung secara perlahan. Memasuki SMP Al-Mujaddid, rasa percaya dirinya mulai tumbuh. Meski demikian, keberanian untuk menunjukkan kemampuan di arena perlombaan belum sepenuhnya muncul. “Namun saat itu, Dava masih belum percaya diri untuk unjuk kebolehan di perlombaan,” kata sang ayah, Adi Zulfikar, saat diwawancarai RRI, Selasa 15 September 2026.

Perlahan, Dava mulai menemukan keberaniannya. Sejak duduk di bangku SMA, ia mulai bersedia mengikuti berbagai perlombaan. Keberanian itu boleh jadi turut tumbuh dari sosok saudara kembarnya sendiri. Melihat Diva yang sejak sekolah dasar sudah terbiasa tampil, mengikuti berbagai lomba dan meraih prestasi, Dava seperti memiliki contoh terdekat tentang bagaimana seseorang berani mencoba dan keluar dari rasa takut.

Tidak hanya mulai berani mengikuti perlombaan, Dava juga menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dalam bidang akademik. Sejak duduk di bangku SMA Al-Mujaddid, ia selalu berhasil menjadi juara kelas. Prestasi akademik tersebut menjadi salah satu tanda bahwa rasa percaya diri Dava terus berkembang, dari seorang anak yang dahulu pemalu menjadi santri yang berani menunjukkan kemampuannya.

Perjalanan prestasi Diva sendiri bahkan sudah dimulai sejak duduk di bangku SMP. Sang ayah, Adi Zulfikar, masih mengingat salah satu prestasi yang diraih putrinya pada tahun 2020. “Diva pernah meraih juara 2 Tilawah Kanak-kanak tingkat Kota Sabang pada MTQ tahun 2020,” kata nya.

Prestasi tersebut menjadi awal dari sederet pencapaian Diva. Ia kemudian meraih Juara 1 Tilawah Remaja tingkat Kecamatan Sukakarya, Juara 2 tingkat SMA pada ajang PAI FAIR tingkat Kota Sabang, Juara 3 Tilawah Remaja tingkat Kota Sabang, serta Juara 2 Syarhil Qur'an tingkat Kota Sabang.

Tidak hanya di bidang keagamaan, Diva juga menunjukkan kemampuan di bidang akademik. Ia berhasil menjadi Juara 1 OMI Kota Sabang tahun 2025 bidang Kimia. Setahun kemudian, prestasi tersebut kembali ia raih dengan menjadi Juara 1 OMI Kota Sabang tahun 2026 pada bidang yang sama.

Diva seolah menemukan dua panggung untuk menunjukkan kemampuannya. Satu panggung melalui lantunan ayat suci Al-Qur'an, dan satu lagi melalui dunia akademik. Keduanya berjalan beriringan membentuk perjalanan prestasi seorang santri yang terus berkembang.

Sementara itu, sang saudara kembar, Dava, juga memiliki jejak prestasinya sendiri. Pada tahun 2024, Dava berhasil meraih Juara 1 Lomba Cerdas Cermat Putra serta Juara 2 Cabang Fahmil Quran MTQ Kota Sabang.

Kemampuan Dava dalam bidang akademik kemudian semakin terlihat ketika ia berhasil meraih Juara 1 OMI bidang Ekonomi tingkat Kota Sabang tahun 2025. Prestasi tersebut kembali ia pertahankan pada OMI tahun 2026 dengan meraih Juara 1 bidang Ekonomi tingkat Kota Sabang.

Dava dan Diva akhirnya berdiri pada garis yang sama, sebagai dua juara dari keluarga yang sama. Diva dengan Kimia, Dava dengan Ekonomi. Mereka tidak bersaing untuk menjadi yang terbaik di antara satu sama lain, tetapi justru tumbuh sebagai pasangan yang saling memberikan semangat.

Di balik keberhasilan dua santri kembar tersebut, ada peran orang tua yang tidak kalah penting. Pimpinan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid, Ustaz Irsalullah, memberikan apresiasi atas prestasi yang telah diraih Dava dan Diva. Menurutnya, pencapaian keduanya tidak terlepas dari perhatian dan dukungan yang sangat baik dari kedua orang tua dalam berbagai kegiatan yang mereka ikuti.

“Dukungan itu menjadi modal penting bagi Dava dan Diva untuk terus mengembangkan potensi. Bagi orang tua, setiap perlombaan bukan hanya tentang mengejar piala atau mendapatkan gelar juara. Lebih dari itu, setiap kesempatan menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar, membangun keberanian, mengenal kemampuan diri dan memahami arti sebuah proses,” ujar Ustaz Irsalullah.

Pimpinan Pesantren Terpadu Al-Mujaddid berharap Dava dan Diva dapat terus mempertahankan prestasinya, tidak hanya di tingkat Provinsi, tetapi juga mampu bersaing hingga ke tingkat Nasional.

Kini, perjalanan Dava dan Diva belum selesai. Setelah menorehkan prestasi di tingkat Kota Sabang, tantangan yang lebih besar menanti. Di balik perjuangan itu, tersimpan harapan orang tua agar keduanya sukses dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Sebab, anak bukanlah pejuang mimpi orang tua. Anak memiliki mimpi dan jalan hidupnya sendiri. Orang tua hanya menemani, mendukung, mengarahkan dan mendoakan agar kelak anak-anaknya mampu berdiri tegak dengan pilihan hidupnya.

Dava dan Diva mungkin dikenal sebagai dua santri kembar yang sama-sama menjadi juara. Namun, lebih dari sekadar piala, mereka sedang membangun perjalanan menuju masa depan. Itulah makna The Twins Golden—dua anak yang tumbuh bersama, saling menguatkan dan menemukan cahaya mereka masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....