Devy Dean Pertahankan UMKM Kuliner lewat Inovasi dan Digitalisasi

  • 25 Agt 2026 22:10 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Perjalanan Rumah Makan Ceker Melotot (RMCM) Devy Dean menunjukkan pentingnya inovasi, kemampuan beradaptasi, dan pemanfaatan teknologi dalam mempertahankan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dirintis sejak 2016–2017 di kawasan Batoh, Banda Aceh, usaha kuliner tersebut mampu bertahan hingga kini melalui pengembangan produk, strategi pemasaran, dan pemanfaatan media digital.

Owner RMCM Devy Dean, Devy Dean, mengatakan salah satu tantangan terbesar dalam perjalanan usahanya terjadi saat pandemi COVID-19. Ketika banyak pelaku usaha mengurangi jumlah tenaga kerja, ia berupaya mempertahankan seluruh anggota tim dengan menyesuaikan pembagian tugas.

Menurut Devy, ketika rumah makan tidak dapat beroperasi seperti biasa, sebagian karyawan dialihkan menjadi kurir untuk mengantarkan pesanan kepada pelanggan. Sementara anggota tim lainnya tetap menjalankan proses produksi makanan.

Hal tersebut disampaikan Devy dalam Dialog UMKM Talk RRI Banda Aceh, Senin 24 Agustus 2026.

Strategi tersebut memungkinkan usaha tetap berjalan sekaligus mempertahankan sumber penghasilan para pekerja. Devy juga menyesuaikan harga dan menyediakan layanan pengantaran untuk menjangkau pelanggan yang tidak dapat datang langsung ke rumah makan.

Dalam mengembangkan usaha, Devy turut memberdayakan anak-anak muda dengan memberikan pelatihan mengenai resep dan standar pengolahan makanan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga konsistensi cita rasa meskipun proses produksi dilakukan oleh anggota tim.

Pemanfaatan media sosial juga menjadi bagian penting dalam strategi pemasaran RMCM Devy Dean. Informasi mengenai menu, proses memasak, promo, hingga operasional rumah makan disampaikan secara rutin melalui Instagram, WhatsApp, dan TikTok.

Selain pemasaran digital, RMCM Devy Dean aktif mengikuti kegiatan komunitas UMKM serta berbagai program yang digelar pemerintah. Menurut Devy, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan dan pengalaman baru, tetapi juga membuka peluang untuk memperluas jaringan dan mengembangkan usaha.

RMCM Devy Dean juga memanfaatkan kegiatan car free day di Banda Aceh setiap Minggu sebagai ruang promosi dan sarana memperkenalkan produk kepada calon konsumen.

Devy mengakui perjalanan bisnis tidak selalu berjalan mulus. Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat dapat memengaruhi tingkat penjualan, terutama menjelang akhir bulan. Untuk menyiasatinya, ia menerapkan berbagai strategi promosi, termasuk program Jumat berkah dan pemberian potongan harga.

Menurut Devy, persaingan usaha bukan alasan bagi pelaku UMKM untuk berhenti berinovasi. Pelaku usaha harus mampu mengikuti perkembangan selera konsumen, terutama generasi muda, tanpa kehilangan ciri khas produk yang menjadi identitas usaha.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha pemula agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi masa sepi pembeli. Kualitas produk, promosi, pelayanan, dan inovasi harus terus diperhatikan agar usaha mampu bertahan, dikenal masyarakat, dan memiliki pelanggan yang loyal.

Ke depan, Devy memilih memperkuat usaha yang telah berjalan daripada terburu-buru membuka cabang baru. Fokus tersebut dilakukan dengan terus mengembangkan menu, meningkatkan pelayanan, memperkuat pemasaran, serta mempertahankan kualitas RMCM Devy Dean.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....