Pelaku UMKM di Aceh Minta Pemerintah Fokus Buka Akses Pasar Produk Kreatif
- 24 Jul 2026 17:10 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Aceh berharap pemerintah lebih memprioritaskan perluasan akses pasar dibanding hanya memberikan pelatihan. Dukungan promosi dinilai menjadi kebutuhan utama agar produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Pemilik Qas Songket, Mauliana, mengatakan pelatihan yang selama ini diberikan cukup banyak, namun belum diikuti dengan upaya pemasaran yang berkelanjutan. "UMKM sebenarnya tidak lagi hanya membutuhkan pelatihan. Yang paling dibutuhkan sekarang adalah pasar. Kalau produk sudah dibuat tetapi tidak ada yang membantu memasarkannya, tentu akan sulit berkembang," ujar Mauliana dalam Talkshow RRI Pro 4 Banda Aceh, Rabu, 15 Juli 2026.
| Baca juga: PLUT Aceh Besar Bantu UMKM Urus Legalitas |
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar industri songket Aceh saat ini adalah berkurangnya sumber daya manusia yang memiliki kemampuan menenun, sehingga regenerasi pengrajin menjadi perhatian penting. Pihaknya terus melakukan inovasi melalui pengembangan motif modern dan berbagai produk turunan, seperti tas, gantungan kunci, hingga aksesori berbahan songket agar lebih diminati generasi muda.
"Kami terus berinovasi agar songket tidak hanya digunakan pada acara formal. Produk turunannya dibuat supaya anak-anak muda juga tertarik tanpa meninggalkan identitas budaya Aceh," katanya.
Sementara itu, Bendahara Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Aceh Besar, Samsul Bahri, S.Ag, SE, ME., mengatakan pihaknya terus mendampingi pelaku UMKM melalui edukasi literasi keuangan, legalitas usaha, hingga membuka akses promosi dan pameran. "MES tidak memberikan modal secara langsung, tetapi membuka akses, memberikan pendampingan, edukasi laporan keuangan, legalitas usaha, hingga membantu mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli," ujar Samsul.
Ia menambahkan, nilai-nilai ekonomi syariah menjadi keunggulan tersendiri bagi produk Aceh karena memberikan jaminan kehalalan yang menjadi daya tarik di pasar nasional maupun internasional.
"Budaya lokal harus menjadi inspirasi inovasi. Manfaatkan teknologi digital, jaga kejujuran dan profesionalisme, sehingga produk-produk kreatif Aceh mampu bersaing di pasar global," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....