Sentuhan Jari, Abadikan Tradisi: Napas Baru Anyaman Rotan

  • 17 Mei 2026 16:44 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kerajinan anyaman rotan salah satu warisan budaya yang sudah lama dikenal masyarakat nusantara, tak terkecuali di Aceh. Rotan sebagai bahan utama yang dimanfaatkan para pengrajin untuk menghasilkan berbagai produk bernilai seni dan berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Pengrajin rotan sekaligus owner Ratu Slimit, Ferdiyanti menceritakan awal mula ia menjadi pengrajin anyaman rotan. “Sudah belajar menganyam rotan sedari kecil, kini menjadi generasi keempat setelah orang tua. Anyaman ini menjadi jalan mencari nafkah karena peluangnya yang sangat bagus sekali,” katanya dalam dialog UMKM Pro 1 RRI Banda Aceh, 11 Mei 2026.

Banyak jenis rotan yang ada, namun rotan slimit menjadi pilihan terbaik untuk menganyam dan hanya ada di Aceh. “Rotan slimit merupakan rotan nomor satu terbaik di dunia yang hanya ada di Aceh, yang perlu dibudidayakan agar terjaga kelestariannya. Rotan slimit di ambil dari gunung mata ie langsung, banyak sekali pohon rotan yang ada disana,” ujarnya.

Ferdiyanti yang akrab disapa mak yan juga menjelaskan menganyam ini terlihat sulit namun jika mau belajar pasti bisa apalagi sering dilatih maka akan terbiasa. Salah satu hal unik dari rotan ini ialah daya tahannya yang cukup baik.

“Keunikan rotan ini memiliki daya tahan yang bagus, rotan slimit juga rotan yang paling sehat, setelah ditebang dari pohonnya, dijemur 3 hari kemudian sudah bisa dilanjutkan untuk menganyam menjadi berbagai produk. Untuk menganyam diperlukan alat bantu pisau, namun melihat juga jenis rotannya jika mudah dibentuk maka akan mudah pula proses menganyamnya,” kata Ferdiyanti.

Dari dahulu produk anyaman rotan identik dengan kekhasan Aceh, seperti tempat penyimpanan ikan kering/asin (keranjang boh labu), tudung saji (seperti sanggul cut nyak dhien). Ada juga keranjang kerang yang hampir punah karena sekarang sudah kurang peminatnya, semuanya dijual dengan harga bervariasi tergantung bentuk dan kesulitannya.

Kerajinana anyaman rotan ini tak hanya sekedar produk, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya yang perlu dijaga. Dengan menggunakan produk lokal, masyarakat turut andil melestarikan tradisi sekaligus mendukung perekonomian pengrajinnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....