Strategi Bertahan UMKM Donat Labu Latela dari Pandemi hingga Ekspansi Produk
- 20 Apr 2026 12:16 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang — Usaha Donat Labu Latela milik Zahida menjadi salah satu contoh UMKM yang mampu bertahan dan terus berkembang di tengah berbagai tantangan, termasuk saat pandemi COVID-19.
Zahida mengungkapkan, pada awal pandemi usahanya sempat berhenti beroperasi selama dua bulan akibat ketidakpastian situasi.
“Sempat off dua bulan karena panik. Tapi setelah itu justru pesanan naik sampai tiga kali lipat karena kami belajar dan menerapkan strategi baru,” ujarnya dalam dialog UMKM Talk RRI Pro 1 Banda Aceh, Senin, 13 April 2026.
Salah satu strategi yang diterapkan saat itu adalah layanan antar gratis untuk menjangkau konsumen yang lebih banyak beraktivitas dari rumah.
“Waktu COVID kami pakai delivery gratis. Karena orang di rumah, jadi kami yang datang ke mereka,” katanya.
Selain strategi pemasaran, Zahida juga menjaga kualitas produk melalui standarisasi produksi. Hal tersebut dilakukan agar rasa dan kualitas tetap konsisten meski dikerjakan oleh tim.
“Kami sudah punya SOP dan standar. Jadi walaupun dikerjakan tim, rasanya tetap sama,” ujarnya.
Saat ini, Donat Labu Latela tidak hanya menawarkan produk donat, tetapi juga mengembangkan berbagai produk turunan berbahan labu dan ketela, seperti roti. Selain itu, produk lain seperti timpan dan puding juga dihadirkan pada momen tertentu.
Dari sisi pemasaran, usaha ini telah memanfaatkan berbagai platform digital serta layanan pesan antar seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood untuk menjangkau konsumen lebih luas.
Meski demikian, Zahida tetap menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar, terutama konsumen utama dari kalangan keluarga.
“Penjualan tertinggi kami justru produk yang klasik, bahkan yang polos pun banyak diminati,” katanya.
Ke depan, Zahida berencana memperluas usaha dengan menambah variasi produk serta menghadirkan konsep toko yang memungkinkan pelanggan menikmati produk langsung di tempat.
Ia juga membagikan pesan kepada pelaku UMKM agar tidak mudah menyerah dalam menjalankan usaha.
“Yang penting konsisten dengan produk dan komitmen. Jangan baru mulai sudah sering berganti, nanti kita terus kembali dari nol,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....