Mutiara Songket Lestarikan Warisan Budaya lewat Inovasi dan Kualitas
- 11 Apr 2026 17:04 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Usaha kain tradisional Mutiara Songket di Aceh Besar membuktikan bahwa warisan budaya dapat berkembang menjadi produk berkelas yang mampu bersaing di pasar modern. Owner Mutiara Songket, Ira Mutiara, S.Pd., mengatakan usaha tersebut berawal dari tradisi keluarga yang telah digeluti sejak tahun 1975 oleh ibunya, Darliana.
Awalnya, produksi masih sangat terbatas dengan satu alat tenun dan sempat mengalami masa vakum. “Pada 2019, kami mendapat dukungan pelatihan, alat, dan fasilitas dari Bank Indonesia serta Dekranasda. Dari situ usaha mulai berkembang pesat,” ujarnya dalam Dialog UMKM RRI Banda Aceh, Senin 6 April 2026.
| Baca juga: Mutiara Songket Tembus Pasar Internasional |
Ira menjelaskan, songket Aceh bukan sekadar kain, tetapi memiliki nilai budaya, filosofi, dan sejarah yang melekat. Hal itu menjadi motivasi utama untuk terus melestarikan tenun tradisional sebagai generasi ketiga pengrajin.
Menurutnya, industri songket Aceh kini menunjukkan perkembangan signifikan. Produksi meningkat, kualitas lebih terjaga, dan minat masyarakat mulai tumbuh kembali, baik untuk kebutuhan adat maupun fashion. “Songket Aceh sekarang sudah dikenal hingga tingkat internasional,” katanya.
Untuk menjaga kualitas, Mutiara Songket tetap menggunakan teknik tradisional dengan bahan baku pilihan. Selain itu, keaslian motif khas Aceh seperti pintu Aceh, pucuk rebung, hingga bungong lawang tetap dipertahankan.
Dalam menghadapi tren modern, Mutiara Songket juga melakukan inovasi dengan menghadirkan warna lebih segar serta produk turunan seperti selendang. Ira menegaskan, kualitas dan nilai budaya menjadi kunci agar songket tetap berkelas. “Songket itu mewah, elegan, dan punya karakter unik yang tidak dimiliki kain lain,” tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....