Inovasi Cokelat dari Biji Kakao hingga Wisata Edukasi
- 20 Okt 2025 07:43 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Usaha pengolahan cokelat lokal “Cokbang” di Kota Sabang terus berkembang menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif berbasis potensi daerah. Tidak hanya memproduksi olahan kakao, Cokbang kini tengah mempersiapkan konsep wisata edukasi yang akan memperkenalkan proses pengolahan cokelat dari kebun hingga menjadi produk siap konsumsi.
Pemilik usaha Melan, menyebut pengembangan Cokbang dimulai dua tahun terakhir dengan melibatkan petani binaan di Sabang sebagai pemasok utama bahan baku. Saat ini terdapat 30 petani binaan, dengan lima di antaranya rutin memasok biji kakao setiap bulan.
“Kita 100 persen pakai bahan dari Sabang. Sekarang sudah ada lima petani yang rutin memasok biji kakao ke kita, dari total 30 petani binaan. Kita ini dikelilingi laut, jadi unsur garamnya alami. Tanahnya juga dari letusan gunung berapi, mineralnya tinggi. Itu yang bikin rasa kakao Sabang lebih nikmat,” jelas Melan Minggu (19/10/2025).
Melan menjelaskan, biji kakao Sabang memiliki kadar lemak tinggi mencapai 52,15 persen sehingga menghasilkan cokelat dengan aroma dan rasa kuat. Saat ini Cokbang telah memproduksi 14 jenis olahan cokelat dengan harga antara Rp20 ribu hingga Rp150 ribu per kemasan.
Dalam dua tahun terakhir, usaha ini mencatat omzet rata-rata Rp30 juta per bulan, meningkat hampir dua kali lipat dari awal berdiri. Cokbang membeli langsung biji kakao dari petani dengan harga Rp70 ribu per kilogram untuk biji mentah dan Rp150 ribu untuk biji fermentasi, sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani.
Selain produksi, Melan menambahkan pihaknya sedang menyiapkan agrowisata coklat yang rencananya diluncurkan akhir 2025. Program ini akan melibatkan wisatawan untuk belajar memetik, menjemur, hingga mencetak cokelat di lokasi pengolahan.
“Nanti wisatawan kita ajak ke kebun, belajar cara memetik, fermentasi, sampai menjemur biji kakao. Setelah itu mereka bisa lihat proses di pabrik dan mencetak cokelat sendiri untuk oleh-oleh,” tuturnya.
Dengan dukungan petani binaan dan semangat wirausaha muda, Cokbang kini menjadi contoh industri kecil inovatif yang mampu mengangkat potensi pertanian Sabang sekaligus memperkuat citra daerah sebagai penghasil coklat berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....