Kreativitas Warga Sabang, Ciptakan Coklat Dubai Versi Nusantara

  • 10 Sep 2025 12:07 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Fenomena Cokelat Dubai yang viral dengan isian kunafa dan pistachio kini tak hanya bisa dinikmati di Timur Tengah. Pelaku usaha cokelat di Indonesia, bahkan di Sabang Provinsi Aceh dengan sigap menghadirkan kreasi "Cokelat Dubai versi Nusantara" yang tak kalah mewah dan bahkan menawarkan sentuhan rasa lokal yang unik.

Mawar Santini, warga Sabang, pemilik usaha rumah tangga “Dapur Mawar” membuat kreativitas produk yang di beri nama COKET (Cokelat Ketela atau Cokelat Dubai Versi Nusantara), kreasi baru yang tak kalah saing dengan produk berkelas dunia. Coklat Dubai yang terkenal dengan rasa dan tampilannya yang mewah kini hadir dalam versi Nusantara yang lebih terjangkau dan memiliki sentuhan lokal.

Tingginya harga coklat Dubai asli, kata Mawar, menjadi inspirasi bagi dirinya untuk menciptakan versi Nusantara yang lebih terjangkau. Ia mencoba mengkreasikan coklat dubai versi Indonesia yang tetap mempertahankan rasa dan kualitas, namun dengan harga yang lebih bersahabat.

"Cokelat Dubai yang dijual dengan harga tinggi membuat banyak orang penasaran namun enggan membelinya karena harga yang mahal. Jadi saya penasaran dan ingin menciptakan versi Nusantara. Pistachio diganti dengan green tea atau matcha, dan kunafa diganti dengan ketela, bahan baku khas Indonesia," ungkapnya, Rabu (10/9/2025).

COKET merupakan produksi dari usaha rumah tangga yang dijalankan oleh Mawar di Desa/Gampong Krueng Raya, Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Cokelat Ketela ini di jual dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan Cokelat Dubai original, yaitu Rp 70ribu/pcs.

Produknya kini di jual di galeri tempat penjualan souvenir dan oleh-oleh khas Sabang. Selain itu, Mawar juga memasarkan dagangannya pada acara-acara bazar di Kota Sabang. Bahkan menurutnya, Cokelat Dubai Versi Nusantara miliknya tidak hanya disukai warga lokal, namun juga diminati wisatawan mancanegara.

“COKET ini menjadi perhatian wisatawan Malaysia saat dijual di Bazar beberapa waktu lalu. Tanggapan wisatawan, COKET ini rasanya unik. Meski dengan bahan yang sederhana, namun bisa bersaing dengan Coklat Dubai original,” kata Mawar.

Meski mengaku masih terkendala dengan peralatan produksi pembuatan COKET, produk ini diharapkan dapat menjadi ikon baru di Sabang akan kekayaan budaya dan kuliner lokal, sebagai buah tangan yang diminati wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....