Ikan Asin Sabena Jaboi, Cita Rasa Tradisi Inovasi

  • 09 Sep 2025 09:30 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Di sebuah sudut Gampong Jaboi, Kecamatan Sukamakmue Kota Sabang, tercium aroma khas laut berpadu dengan semangat para perempuan yang sibuk bekerja. Puluhan ibu-ibu setempat, dengan telaten, membersihkan ikan hasil tangkapan sendiri dan juga ikan yang dibeli dari nelayan sekitar.

Tahapan pertama dimulai dari pemilihan ikan segar. Setelah itu ikan dibersihkan satu per satu, agar kotoran dan sisik benar-benar hilang sebelum masuk ke proses perendaman. Suasana penuh kekompakan selalu terlihat, karena semua dikerjakan bersama dengan canda dan cerita ringan antar pekerja.

Usaha ini dipimpin oleh M. Akhyar, seorang warga Jaboi yang sejak lama menekuni dunia pengolahan ikan asin. Ia menggerakkan masyarakat, terutama para ibu, untuk terlibat aktif sehingga usaha ini bukan hanya miliknya, tetapi menjadi kebanggaan bersama.

“Ikan asin Sabena ini kami buat dengan menjaga kualitas, mulai dari pembersihan hingga pengeringan. Kami ingin hasilnya tidak hanya enak dimakan, tapi juga bisa menjadi kebanggaan Kota Sabang,” ujar M. Akhyar kepada RRI, Senin (8/9/2025).

Perbedaan mencolok dari pengolahan ikan asin ini terletak pada teknik pengeringannya. Jika biasanya dijemur di bawah terik matahari, kini ikan dipindahkan ke dalam rumah kaca atau green house. Fasilitas modern ini hadir berkat dukungan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang membantu menjaga mutu dan kebersihan produk.

“Dengan adanya bantuan green house dari JICA, kami semakin percaya diri. Sekarang ikan lebih higienis, berkualitas, dan siap dipasarkan ke luar Sabang,” tambahnya.

Di dalam green house, ikan ditata rapi di atas rak-rak pengering. Sinar matahari tetap menjadi tenaga utama, namun terlindungi dari debu, serangga, maupun hujan yang kerap mengganggu proses pengeringan tradisional. Hasilnya, ikan asin Sabena memiliki warna lebih cerah dan cita rasa yang konsisten.

Bagi M. Akhyar, usaha ini bukan sekadar bisnis. Baginya, ikan asin Sabena adalah warisan tradisi yang harus terus hidup, sambil beradaptasi dengan teknologi agar dapat menembus pasar yang lebih luas. Ia berharap produk ini bisa menjadi ikon kuliner khas Kota Sabang yang membanggakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....