Sambal Rujak Khas Sabang, Manisnya Gula Nira Segar
- 15 Jan 2025 19:56 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Tak lengkap rasanya jika menikmati buah tanpa saus atau bumbu rujak. Dengan bumbu inilah yang nantinya memberikan rasa pedas, manis dan gurih pada rujak buah dengan komposisi yang bervariasi.
Salah seorang ibu rumah tangga Safrila Nofianty yang akrab di sapa Ila, mencoba mengkreasikan pembuatan bumbu atau sambal rujak (sajak) dengan menggunakan air nira sebagai gula dalam sambal rujak racikannya. Awalnya ia membuat sambal rujak ini hanya untuk dikonsumsi keluarga saja, namun seiring berjalannya waktu ia terpikir untuk memproduksi sambal rujak lebih serta juga bisa untuk dipasarkan.
Ia mengatakan bahwa dalam pemasaran produknya masih menemukan kendala, salah satu kendala tersebut adalah dari bahan baku yaitu air nira, terkadang bahan baku tersebut dibelinya dari luar Kota Sabang. Produk bumbu rujaknya tidak menggunakan bahan pengawet yang tahan hingga 2-3 bulan dalam suhu ruang.
“Saya memproduksi bumbu atau sambal rujak (sajak) ini mulai pada bulan Juli 2024 dan masih mengalami kendala dalam memperoleh bahan bakunya yaitu air nira. Di Sabang petani nira kan sedikit dan petani nira juga sedikit, jadi saya harus membelinya dari luar Sabang, dan untuk memasarkannya saya mencoba masuk dalam pasar modern yang ramai dikunjungi, karena memang harganya yang mungkin kalau dijual dipasar tradisional tergolong mahal dalam kategori bumbu atau sambal rujak yang sering dijual pasar”, ujarnya saat dihubungi RRI melalui telepon Selasa, (14/1/2025).
Ia juga menambahkan untuk pembuatan sambal rujaknya dapat diproduksi hingga 90-100 botol. Dijual dengan harga RP. 30.000,- per botol 230gr, dan memiliki dua varian rasa , ada rasa original(tidak pedas) dan spicy(pedas). Ia juga berharap untuk selalu konsisten dalam memproduksi sambal rujak dengan menggunakan bahan baku air nira, dikarenakan sulitnya mendapatkan bahan baku tersebut.
“Terkait dengan bahan baku, saya tidak berani memasarkan melalui media sosial dan menerima pesanan dalam jumlah yang banyak, takutnya tidak bisa terpenuhi, untuk itu saya tetap jaga yang udah ada di beberapa toko saja. Sebelum bahan bakunya mudah untuk didapatkan maka saya belum berani menambah target pasar”, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....