Ekspedisi Rupiah Berdaulat Jangkau Lima Pulau di Aceh
- 11 Jun 2025 17:20 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bank Indonesia Provinsi Aceh kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional dengan menggandeng Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dalam pelaksanaan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) ke-5 tahun 2025. Kegiatan ini menyasar lima pulau terdepan, terluar, dan terpencil (3T) di Aceh: Pulau Weh, Pulau Nasi, Pulau Breuh, Pulau Banyak, dan Pulau Simeulue.
Pelepasan resmi kontingen ekspedisi dilakukan di Pangkalan TNI AL (Lanal) Sabang, Rabu pagi, ditandai upacara pelepasan dengan iringan KRI Imam Bonjol-383 sebagai kapal pengangkut. Turut hadir Pj. Walikota Sabang Andri Noorman, Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Gita Muharam, Kepala BI Lhokseumawe Prabu Dewanto, Deputi Direktur Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia Rully Andriana, serta sejumlah pejabat TNI AL dan Forkopimda Sabang.
Pada kesempatan itu Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Agus Chusaini menegaskan pentingnya misi pengedaran Rupiah ini. Ekspedisi ini bukan sekadar distribusi uang, melainkan wujud nyata kehadiran negara melalui simbol kedaulatan, yakni Rupiah.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah 3T, memiliki akses yang sama terhadap uang layak edar. Kegiatan ini adalah bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari sisi moneter," ujar Agus, Rabu (11/6/2025).
Kegiatan ERB merupakan pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Bank Indonesia ditugaskan menyediakan uang Rupiah di seluruh wilayah NKRI dalam jumlah cukup, pecahan yang sesuai, serta dalam kondisi yang layak edar. Dalam konteks ini, kerja sama dengan TNI AL menjadi sangat strategis, mengingat medan geografis yang menantang dan keterbatasan infrastruktur di banyak daerah.
Tambahnya, Sejak 2012 hingga 2024, Bank Indonesia bersama TNI AL telah menggelar 132 kali kegiatan Kas Keliling 3T, menjangkau lebih dari 680 pulau terpencil di seluruh nusantara. Mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan 17 ribu pulau dan berbatasan langsung dengan 11 negara, kehadiran Rupiah di setiap jengkal tanah air adalah bagian dari bela negara tanpa senjata.
Dalam pelaksanaannya, tim ERB juga membawa misi edukasi melalui program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah kepada masyarakat. Program ini mengajak masyarakat untuk merawat uang dengan baik, tidak melipat, mencoret, atau menyobek, karena Rupiah bukan hanya alat tukar, melainkan lambang pemersatu bangsa.
"Tantangan masih banyak, termasuk keberadaan mata uang asing di wilayah perbatasan. Kami melihat pentingnya peran edukasi dalam menjaga eksistensi Rupiah. Karena itu, dalam setiap ekspedisi kami tidak hanya membawa uang, tetapi juga membawa pengetahuan kepada masyarakat tentang makna dan peran strategis mata uang nasional,” tambahnya.
Dengan tiga tujuan utama memperkuat eksistensi Rupiah, meningkatkan akses keuangan, dan menjaga stabilitas ekonomi lokal, kegiatan ERB diharapkan mampu mempererat integrasi ekonomi dan sosial bangsa. Bank Indonesia menyampaikan apresiasi kepada TNI AL, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah membantu misi mulia ini.
Menurut jadwal, ekspedisi serupa akan terus dilaksanakan di wilayah lain, hingga menjangkau wilayah timur Indonesia. Dengan semangat sinergi dan pengabdian, Bank Indonesia memastikan bahwa dari ujung barat sampai timur negeri, Rupiah tetap hadir sebagai simbol negara yang tidak tergantikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....