Masyarakat Diminta Waspada Penipuan OTP
- 04 Apr 2025 19:43 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bank Syariah Indonesia (BSI) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam menjaga keamanan transaksi digital, terutama dalam penggunaan kode One-Time Password (OTP). Peringatan ini disampaikan menyusul meningkatnya modus penipuan yang memanfaatkan kelengahan nasabah dalam memberikan kode OTP kepada pihak tidak bertanggung jawab.
Manager BSI KCP Sabang 2, Ronny Rinaldo, menegaskan bahwa kode OTP bersifat rahasia dan hanya boleh digunakan oleh pemilik rekening untuk melakukan transaksi sendiri. Harapnya, dengan adanya himbauan ini, nasabah bisa lebih berhati-hati dan tidak mudah tertipu oleh modus penipuan yang semakin beragam.
"Kami sering menerima laporan dari nasabah yang menjadi korban penipuan karena membagikan OTP mereka. Padahal, OTP tidak boleh diberikan kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku dari bank," ujar Ronny, Jumat (4/4/2025).
Lebih lanjut, Roni menjelaskan bahwa modus penipuan yang sering terjadi melibatkan pesan atau panggilan palsu yang meminta OTP dengan alasan verifikasi atau pemblokiran rekening. Nasabah diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk permintaan OTP, baik melalui SMS, telepon, maupun tautan mencurigakan yang mengarahkan ke situs palsu.
"Kami juga mengingatkan agar nasabah segera mengabaikan jika menerima kode OTP tanpa melakukan transaksi apa pun. Jika hal ini terjadi, nasabah disarankan untuk segera menghubungi layanan BSI Call di 14040 untuk memastikan keamanan akun mereka."
Selain itu, aktivasi notifikasi transaksi juga dianjurkan agar nasabah lebih mudah memantau aktivitas rekening mereka. Dalam menjaga keamanan transaksi, Ia menekankan, pentingnya menjaga kerahasiaan data perbankan, termasuk user ID, password, PIN, nomor kartu, tanggal kedaluwarsa, serta kode CVV/CVC.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....