Pedagang Sabang Tolak Kehadiran Indomaret
- 17 Sep 2026 09:00 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Sedikitnya 146 pelaku retail di Kota Sabang menyatakan penolakan terhadap rencana kehadiran jaringan retail modern Indomaret. Penolakan tersebut muncul karena pelaku usaha khawatir keberadaan retail modern akan meningkatkan tekanan persaingan terhadap pedagang kecil di Sabang.
Ketua Aliansi Retail dan UMKM Sabang Hengki, ST mengatakan, aspirasi penolakan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama DPRK Sabang. Ia menyebutkan, jumlah pelaku usaha yang mendukung penolakan diperkirakan masih akan bertambah.
“Keresahan kami, kalau di daerah kepulauan ini hadir sebuah industri yang berjaringan, dampaknya akan terasa kepada pedagang kecil di Sabang. Dampak sosial ekonomi ini secara perhitungan kami akan terganggu,” ujar Hengki, Rabu 16 September 2026.
Menurut Hengki, kondisi pedagang lokal di Sabang yang sebagian besar masih menjalankan usaha secara tradisional perlu menjadi pertimbangan pemerintah. Ia menilai kemampuan bersaing pedagang kecil dengan jaringan retail modern akan jauh berbeda.
“Rata-rata pedagang di Sabang ini masih kecil, jadi dampak yang dialami tiap pedagang memang tidak sama. Tapi secara perlahan pasti juga akan tumbang,” katanya.
Hengki menegaskan, pihaknya tidak bermaksud mengambil alih kewenangan pemerintah dalam menentukan izin maupun keberadaan jaringan retail modern tersebut. Aliansi hanya menyampaikan aspirasi para pelaku usaha yang merasa resah dan meminta pemerintah melakukan pengkajian terhadap dampak sosial ekonomi yang mungkin terjadi.
Ia menambahkan, hasil RDP bersama DPRK Sabang sejauh ini baru menyimpulkan bahwa persoalan tersebut akan ditindaklanjuti dan dikaji oleh pemerintah. Aliansi Retail dan UMKM Sabang masih menunggu kepastian sikap Pemerintah Kota Sabang terhadap rencana kehadiran Indomaret.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....