Harga Material Bangunan di Sabang Melonjak hingga 40 Persen

  • 29 Mei 2026 08:53 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Gelombang kenaikan harga material bangunan yang melanda Kota Sabang dalam dua bulan terakhir mulai memukul daya beli masyarakat di Sabang. Dampak dari lonjakan harga komoditas konstruksi ini tidak hanya menunda rencana renovasi rumah warga, tetapi juga memicu kemerosotan omzet penjualan para pelaku usaha toko bangunan secara drastis.

lesunya aktivitas transaksi ini tercermin di sejumlah pusat penyedia bahan bangunan di Pulau Weh, di mana volume pembelian dari konsumen dilaporkan turun hingga setengah dari kapasitas normal.

Fahmizal, salah seorang pemilik toko bangunan menyebutkan lesunya pasar properti dan pertukangan ini terjadi tepat sejak grafik harga material mulai merangkak naik. Penurunan intensitas belanja masyarakat ini otomatis membuat pendapatan hariannya terpangkas secara signifikan.

“Penurunannya sangat terasa. Omzet penjualan harian toko kami yang biasanya bisa menyentuh angka Rp20 juta, kini dalam dua bulan terakhir turun drastis dan hanya mampu bertahan di kisaran Rp10 juta per hari,” keluh Fahmizal kepada RRI, Kamis 28 Mei 2026.

Berdasarkan data komoditas di lapangan, beberapa item material pokok yang mengalami lonjakan harga cukup signifikan antara lain seng, cairan pengencer cat (thinner), kabel instalasi listrik, hingga cat dinding. Dari sekian banyak item, produk seng dan thinner mencatatkan persentase kenaikan paling tinggi.

“Rata-rata barang naik di kisaran 25 sampai 40 persen. Paling tinggi lonjakannya itu di produk seng dan thinner. Untuk seng saja naik sekitar Rp20 ribu per meternya, sementara cat dinding ukuran kemasan lima kilogram yang tadinya Rp120 ribu kini sudah merangkak naik jadi Rp130 ribu,” jabar Fahmizal secara rinci.

Lebih lanjut, Fahmizal menjelaskan bahwa lonjakan harga ini murni dipicu oleh perubahan tarif modal dari pihak importir dan jaringan distributor utama di pusat grosir. Berkas tagihan pasokan barang yang dikirim dari Kota Medan, Sumatera Utara, dilaporkan sudah lebih dulu membengkak sebelum komoditas tersebut diseberangkan ke Sabang.

Di sisi lain, ia mengatakan biaya logistik transportasi laut maupun aspek infrastruktur jalan sejauh ini sama sekali tidak mempengaruhi dinamika kenaikan harga tersebut. Menariknya, produk lokal seperti semen produksi pabrikan Aceh terpantau masih sangat stabil dan belum mengalami gejolak harga.

Para pelaku usaha di Sabang menaruh harapan besar agar mata rantai harga material bangunan ini dapat segera kembali stabil. Kestabilan harga dinilai menjadi kunci mutlak untuk menggairahkan kembali urat nadi pembangunan infrastruktur swadaya masyarakat sekaligus menyelamatkan keberlangsungan bisnis toko bangunan di Kota Sabang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....