Antisipasi Lonjakan Mudik Iduladha, ASDP Tambah Trip Penyeberangan ke Sabang
- 29 Mei 2026 08:47 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi menambah frekuensi pelayaran pada lintasan penyeberangan Ulee Lheue (Banda Aceh) menuju Balohan (Sabang) PP. Kebijakan ini diambil guna mengantisipasi potensi lonjakan penumpang dan kendaraan bermotor yang hendak menuju Kota Sabang selama momentum mudik Iduladha yang bertepatan dengan libur panjang akhir pekan (long weekend).
Peningkatan intensitas pergerakan masyarakat kepulauan ini direspons cepat oleh otoritas penyeberangan dengan menambah jadwal keberangkatan armada kapal feri (kapal lambat).
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Banda Aceh Andri Setiawan menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, lintasan ini biasanya hanya melayani rata-rata tiga trip pelayaran per hari. Namun, menyambut tingginya animo mudik warga dan lonjakan wisatawan nantinya, kuota perjalanan kini ditingkatkan.
“Penambahan jadwal menjadi empat trip per hari ini mulai kami berlakukan sejak tanggal 26 Mei dan direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. Sepanjang periode ini, kami juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh stakeholder di kedua pintu pelabuhan, baik di Ulee Lheue maupun Balohan,” terang Andri Setiawan saat diwawancarai awak media, Kamis 28 Mei 2026.
Tambahnya, meskipun secara grafik pergerakan tidak sepadat saat momen mudik Lebaran Idulfitri, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang harian di lintasan ini tetap akan berdenyut kencang, yakni berkisar antara 1.000 hingga 1.500 orang per hari. Estimasi ini merujuk pada kapasitas tampung manifes kapal yang rata-rata mampu mengangkut sekitar 300 penumpang dalam sekali berlayar.
“Kalau dikalikan empat trip dari masing-masing sisi pelabuhan, maka potensi pergerakan penumpang bisa mencapai seribuan lebih per hari sesuai kapasitas kapal,” ujarnya.
Di balik kesiapan armada, pihak manajemen ASDP tidak menampik bahwa dinamika cuaca di perairan Selat Malaka dalam beberapa hari terakhir menjadi tantangan paling krusial. Kondisi gelombang dan cuaca yang kerap kurang bersahabat dinilai berpotensi mengganggu ketepatan waktu (on-time performance) jadwal pelayaran.
Untuk menggaransi aspek keselamatan, ASDP menegaskan tidak akan berspekulasi dan terus membangun komunikasi intensif dengan instansi otoritas cuaca dan pelabuhan. Upaya ini bermaksud memastikan operasi kapal berjalan lancar, aman dan selamat sampai tujuan dengan terus memantau kondisi cuaca dan persetujuan berlayar.
“Faktor keselamatan adalah harga mati. Oleh karena itu, kami terus berkoordinasi secara ketat dengan pihak BMKG serta KSOP Kelas IV Sabang dalam memantau perkembangan cuaca secara real-time sebelum mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB),” tegas Andri.
Di akhir keterangannya, ASDP menghimbau dengan sangat agar seluruh pengguna jasa penyeberangan kooperatif dan mematuhi setiap instruksi keselamatan dari petugas di atas kapal. Para penumpang juga diingatkan untuk memastikan data identitas diri yang tercantum dalam manifes tiket sesuai dengan kartu identitas asli demi validitas asuransi perjalanan, serta selalu mengawasi keselamatan anggota keluarga selama berlayar menuju Pulau Weh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....