Bisnis Reparasi Boat Wisata di Sabang Raup Untung
- 26 Apr 2026 16:26 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Pelaku usaha reparasi boat wisata Husni dengan teknik fiber glass di Kota Sabang meraih keuntungan besar dari usaha freelance yang dirintisnya secara bertahap. Keahlian yang masih tergolong langka ini menjadi peluang menjanjikan, seiring belum banyak masyarakat yang memahami teknik fiber untuk perbaikan maupun pengecatan ulang boat wisata.
Husni mengaku, keuntungan dari usaha fiber glass cukup luar biasa karena membutuhkan keterampilan khusus. Ia mengatakan, dirinya terus mempelajari teknik fiber secara mandiri, mulai dari perbaikan dasar hingga pengembangan ke tahap painting atau pengecatan ulang boat wisata agar hasilnya lebih maksimal dan profesional.
"Usaha ini saya rintis perlahan dari nol sebagai pekerjaan freelance. Dari hasil yang saya peroleh, saya berencana membangun workshop di kawasan Paradiso, Sabang, yang nantinya tidak hanya melayani reparasi boat wisata, tetapi juga membuka layanan cat mobil dan sepeda motor. Harapannya kehadiran workshop tersebut dapat menjadi pilihan jasa profesional bagi masyarakat Sabang," ujar Husni, Minggu 26 April 2026.
Ia menuturkan, konsistensi menjadi kunci utama dalam mengembangkan usaha tersebut. Berbekal belajar step by step secara otodidak, kini dirinya tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan sendiri, tetapi juga sudah mengajak dua orang untuk ikut bekerja dan berkembang bersama di bidang reparasi fiber glass.
Lebih lanjut, ia menyebut usaha yang dirintisnya kini perlahan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Awalnya ia bekerja sendiri dengan menerima jasa perbaikan boat fiber yang rusak. Meski belum memiliki modal untuk membuat boat dari nol, ia fokus pada reparasi dan pengecatan ulang, hingga usahanya semakin berkembang dan mampu melibatkan rekan-rekan lain untuk bekerja sama.
"Untuk biaya pengerjaan, karena harga bahan baku seperti resin fiber dan cat mengalami kenaikan. Saat ini, estimasi biaya reparasi untuk boat speed wisata kecil bermesin 50 PK dengan kapasitas enam orang mencapai sekitar Rp10 juta, tergantung tingkat kerusakan dan kebutuhan pengerjaan," kata Husni.
Soal keuntungan, ia mengaku margin usaha ini cukup besar karena keahlian tersebut masih jarang dikuasai. Dalam pembagian umum, keuntungan bisa mencapai 40 persen, sementara 60 persen untuk bahan dan operasional. Bahkan jika seluruh pekerjaan ditangani sendiri tanpa pekerja tambahan, keuntungan bersih dapat mencapai 50 persen.
Ia pun berharap dukungan masyarakat agar usahanya terus berkembang dan mampu menghadirkan layanan reparasi profesional di Kota Sabang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....