Okupansi Hotel Sabang Merosot Tajam

  • 16 Jan 2026 16:51 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Okupansi hotel di Kota Sabang mengalami penurunan tajam sejak libur Natal dan Tahun Baru hingga pertengahan Januari 2026. Kondisi ini berdampak langsung pada pendapatan dan keberlangsungan usaha perhotelan di daerah wisata tersebut.

Resepsionis Hotel Z House, Aidil, mengatakan tingkat hunian kamar menurun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Ia menyebut hampir seluruh hotel di Sabang merasakan kondisi sepi pengunjung.

“Dari sebelum Natal sampai sekarang masih sepi, paling satu atau dua kamar yang terisi dan tamunya dari Banda Aceh. Tidak ada tamu dari Medan maupun luar Aceh seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Aidil, Jumat (16/01/2026).

Sepinya tamu membuat omzet Hotel Z House ikut anjlok. Jika tahun lalu seluruh 18 kamar bisa terisi dengan omzet harian sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta, kini pendapatan hanya berkisar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per kamar.

Kondisi serupa juga dialami Hotel Montana Sabang. Resepsionis Hotel Montana, Rafi, menyebut tingkat hunian sejak awal Januari 2026 sangat rendah dan banyak pemesanan dibatalkan.

“Masuk Januari ini, dari tanggal satu sampai tanggal 15 cuma terisi empat kamar saja. Kondisi tersebut jauh menurun dibandingkan tahun lalu," kata Rafi.

Rafi menambahkan, pada periode ramai sebelumnya, Hotel Montana mampu meraih omzet hingga sekitar Rp60 juta per bulan secara kotor. Namun pada awal tahun 2026 ini, tingkat hunian bahkan belum mencapai 50 persen dan omzet belum terlihat stabil.

Para pelaku usaha perhotelan di Sabang berharap kondisi pariwisata segera pulih agar tingkat hunian dan omzet kembali normal. Mereka optimistis pemulihan dapat terjadi seiring membaiknya situasi dan meningkatnya kembali kunjungan wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....