Ikan Louhan Ganggu Ekosistem Danau Aneuk Laot Sabang
- 14 Agt 2025 16:21 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Populasi ikan asli di Danau Aneuk Laot, Kota Sabang, terus mengalami penurunan drastis. Nelayan danau dan masyarakat sekitar danau menyebut, ikan louhan yang kini mendominasi menjadi penyebab utama berkurangnya keberagaman ikan lokal.
Ketua Komunitas Pemuda Aneuk Laot, Adventure dan Pecinta Alam (Palapa), Edi Firmansyah, mengungkapkan fenomena ini bukan terjadi dalam waktu singkat. Ia masih mengingat jelas, pertama kali menemukan ikan louhan di danau tersebut pada tahun 2008. Saat itu, keberadaan ikan berwarna mencolok ini hanya terlihat sesekali di jaring nelayan.
Namun dalam kurun waktu lebih dari satu dekade, populasi ikan louhan berkembang pesat hingga jumlahnya kini mengalahkan spesies asli. “Sejak itu, jumlahnya terus bertambah. Sekarang sudah seperti mendominasi. Nelayan malah sudah menganggapnya hama,” kata Edi kepada RRI, Kamis (14/8/2025).
Menurut Edi, sifat agresif ikan louhan menjadi ancaman serius bagi ikan lokal. Louhan tidak hanya memangsa benih ikan tetapi juga menyerang ikan yang ukurannya lebih besar, termasuk ikan nila seberat satu kilogram. “Kalau nelayan dapat ikan louhan, biasanya dibuang atau diberikan ke kucing karena tidak punya nilai jual dan jarang dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Akibatnya, kondisi ini berdampak langsung pada penurunan hasil tangkapan. Jenis ikan seperti gurami, gabus, bader, udang air tawar, dan ikan mas yang dulu melimpah, kini mulai langka. “Hasil tangkapan nelayan berkurang drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Dulu bisa dapat lima kilogram sekali menjaring sekarang satu kilogram saja sulit,” sebutnya.
Upaya menyampaikan persoalan ini sudah dilakukan Edi bersama komunitasnya kepada dinas terkait dan anggota DPRK Sabang. Namun ia mengaku hingga kini belum ada kebijakan yang diambil untuk mengatasi populasi ikan louhan. “Kami hanya ingin pemerintah hadir dan melihat langsung kondisi di lapangan, lalu mencari solusi bersama demi menjaga kelestarian ekosistem danau,” harapnya.
Danau Aneuk Laot selama ini menjadi sumber air bersih utama bagi masyarakat Sabang sekaligus habitat bagi beragam jenis ikan air tawar. Keanekaragaman tersebut kini terancam akibat dugaan pelepasan liar ikan louhan beberapa tahun lalu yang kemudian berkembang biak tanpa kendali.
Sejumlah nelayan danau menyebut, meski ikan louhan sering dijumpai di pasaran sebagai ikan hias, di perairan danau spesies ini justru menjadi ancaman ekologi. Agresivitasnya mengganggu rantai makanan alami, menekan populasi ikan lokal, dan mengubah keseimbangan ekosistem.
Nelayan danau beserta masyarkat berharap, selain penanganan hama, pemerintah dapat mengupayakan restocking atau penebaran kembali benih ikan lokal di Danau Aneuk Laot. Langkah ini diyakini bisa membantu memulihkan populasi yang hilang dan menjaga keberlanjutan mata pencaharian nelayan danau.
“Danau ini bukan hanya pemandangan indah. Ini sumber air, sumber hidup, dan bagian dari identitas kami di Sabang. Kalau ikannya habis, kami kehilangan banyak hal,” pungkas Edi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....