Evolusi Lolipop dari Zaman Purba Hingga Modern

  • 22 Sep 2024 21:58 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Lolipop atau permen bertangkai adalah permen manis yang sangat disukai oleh anak-anak diseluruh dunia. Dengan berbagai aneka rasa seperti rasa jeruk, mangga, strawberry dan lainnya membuat cita rasa permen semakin asyik untuk dinikmati.

Lolipop sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, pada temuan arkeologis mengatakan bahwa manusia zaman batu mengumpulkan madu dengan menggunakan tongkat pendek, dan kemudian mereka mengkonsumsinya melalui tongkat tersebut. Sedangkan masyarakat Mesir kuno menempelkan buah-buahan yang sudah diawetkan, atau kacang-kacangan kering atau makanan lain pada tongkat, kemudian dicelupkan kedalam madu, dan memakannya dengan cara dijilat atau digigit.

Keterbatasan madu dan produksi gula yang terbatas, membuat tradisi ini hilang, akan tetapi pada abad ke -17 menjadi berubah dikarenakan produksi gula sangat melimpah. Seluruh penjual langsung memanfaatkan gula diolah menjadi permen lolipop yang dibuat dengan cara manual dalam jumlah yang besar.

Beraneka macam bentuk lolipop terus menjadi terkenal dari tahun ke tahun dan banyak digunakan dibeberapa wilayah, termasuk Inggris, pada pertengahan abad kesembilanbelas dan selama perang saudara Amerika. George Smith pembuat permen terkenal asal Amerika, menciptakan varian rasa modern lolipop pertama pada tahun 1908, ia memberikan nama permen ciptaan dengan nama kuda balap favorite nya yaitu “Lolly Pop”.

Setelah bertahun-tahun penemuannya, banyak perusahaan meningkatkan jumlah produksi dengan menggunakan mesin otomatis yang mempunyai kemampuan memproduksi permen lolipop hingga 2400 batang permen per jamnya. Perusahaan yeng memproduksi lolipop yang terkenal adalah McAviney Candy Company dan Racine Confectionary Machine.

Di zaman modern produksi lolipop sangat banyak setiap harinya, dan dibuat dengan ratusan jenis yang tak terhitung jumlahnya. Produksi lolipop kini memperkenalkan banyak inovasi dalam bentuk, berbagai rasa, serta terus berkembang ke seluruh dunia termasuk Indonesia. (Sumber: candyhistory)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....