Permen Karet dan Asal Usulnya yang Menarik
- 18 Sep 2024 23:32 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Permen karet merupakan permen yang dinikmati dengan cara mengunyah dan dapat dibuat gelembung balon. Dengan rasa dan bentuk yang beragam, berwarna warni dengan cita rasa yang manis dan segar.
Pada tahun 1993 para arkeolog menemukan tiga gumpalan uang yang berisi pemanis madu berumur 9000 tahun yang telah dikunyah oleh para pemburu di Swedia. Sementara itu bagi masyarakat Yunani kuno mengunyah permen karet merupakan kebiasaan umum, dimana permen karet yang dikunyah mereka berasal dari damar pohon mastic dari Turki.
Di Amerika Utara, masyarakat aslinya memiliki kebiasaan mengunyah substansi yang berasal dari pohon cemara, sementara suku Maya di Amerika Tengah mengunyah tsictle atau chicle merupakan bagian tebal dari cairan getah pohon sapodilla atau pohon sawo, dan kemudian tsictle atau chicle dikenal sebagai bahan dasar pembuatan permen karet.
Pada tahun 1848 permen karet diperkenalkan oleh John Curtis yang terbuat dari damar cemara, dan dijual dengan cara dari rumah kerumah dan laris manis, dan kemudian usahanya terkendala dengan tidak adanya hak paten sehinggan mendapatkan pesaing yang juga memerlukan batang cemara untuk pembuatan kertas. Ia tak putus asa dengan menggantikan bahan dasar pembuatan permen karet cemara dengan parafin dan diberi cita rasa manis, dibentuk dengan dengan berbagai bentuk serta dibungkus dengan pembungkus yang menarik perhatian pembeli.
William F Semple juga memperkenalkan permen karetnya yang terbuat dari getah pohon karet, dan Thomas Adams yang disebut sebagai penemu permen karet yang dalam pembuatannya berbahan dasar chicle. Produksi permen karet pertamanya adalah berbentuk bola berwarna putih tanpa rasa, dan kemudian ia juga membuat bentuk batangan dan diberi rasa manis, serta pada tahun 1865 rasa permen karet bertambah dengan rasa menthol yang menyegarkan mulut, dan rasa permen karet almond manis.
Untuk pertama kalinya Frank Fleer memperkenalkan permen karet yang kita kenal dengan bubble gum pada tahun 1906, kemudian disempurnakan oleh Walter Diemer dengan memberikan warna merah jambu pada permen karetnya.
Sejak saat itulah permen karet semakin berkembang dan diperkenalkan keseluruh dunia. Hal ini dianggap jika mengunyah permen karet dapat menenangkan saraf, menghilangkan haus, mengurangi stres, meningkatkan konsentrasi dan mengurangi tekanan pada gendang telinga, sehingga permen karet termasuk salah satu daftar perlengkapan militer.
Mulai dari bahan dasar alami dalam pembuatan permen karet oleh nenek moyang kita, kini produksi permen karet menggunakan bahan yang modern dan dapat menembus pasar mancanegara. Permen karet kini hadir dengan berbagai rasa, bentuk dan juga bermanfaat. (Sumber wikipedia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....