Fakta Sejarah Perjalanan Migrasi Terbesar Etnis Jawa Suriname

  • 18 Sep 2024 09:11 WIB
  •  Sabang

KBRN Sabang – Terletak di Amerika bagian Selatan, tepatnya di bagian Timur Laut Benua, “Suriname” Negara ini sering dianggap Bagian dari Karibia karena sangat berdekatan. Perbatasan Suriname diantara Guyana sebelah barat, Guyana Perancis sebelah timur, Brazil disebelah selatan dan Samudera atlantik di sebelah utara. Negara suriname memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi pada tiap tahunnya karena suriname berada dekat zona waktu yang sama dengan waktu standard Atlantik.

Penduduk asli pribumi suriname adalah kelompok masyarakat yang telah lama mendiami wilayah Negara ini jauh dari sebelum kedatangan bangsa eropa, yang dikenal dengan masyarakat Amerindian yang memiliki tiga suku diantaranya suku Arawak, Suku Karib, dan Suku Wayana. Suku Arawak adalah penduduk asli (Indian) yang ditemui oleh para penjelajah Spanyol, yang paling terkenal di antaranya adalah Christopher Columbus, di India Barat (kepulauan Karibia sekarang). Suku Karib adalah salah satu kelompok etnis asli Suriname yang memiliki sejarah panjang dan kaya akan budaya. Mereka dikenal sebagai pejuang yang tangguh dan gigih dalam mempertahankan wilayah dan kebebasan mereka. Dan Suku Wayana adalah salah satu kelompok etnis asli Suriname yang telah menghuni wilayah hutan hujan Amazon di negara ini selama berabad-abad. Mereka dikenal sebagai masyarakat adat yang sangat terhubung dengan alam dan memiliki pengetahuan mendalam tentang hutan serta sumber daya alamnya.

Pada akhir abad ke-19, Belanda sebagai penjajah Hindia Belanda ( Belanda yang Menjajah Indonesia) membutuhkan tenaga pekerja murah untuk kebutuhan membantu pada perkebunan, mereka di Suriname pada saat itu. Setelah penghapusan perbudakan, mereka mencari alternatif tenaga kerja yang baru, dan Pilihan itu jatuh pada masyarakat penduduk pulau Jawa, yaitu dari daerah Jawa Tengah yang sangat padat penduduknya. Awal mula proses migrasi kelompok orang – orang Jawa ke Suriname pada tahun 1890an yang berjumlah sekitar 94 orang dengan menggunakan transportasi laut yaitu kapal SS Koningin Emma. Hingga proses migrasi terbesar pada tahun tahun 1939, total sekitar 32.000 orang Jawa digiring menuju Suriname untuk bekerja sebagai buruh kontrak pada perkebunan, Saat ditanya oleh Leonardo Edwin pada akun twitternya, Alasan mengapa orang dari Karena mereka sangat gigih dalam bekerja dan memiliki fisik yang kuat, dan mereka mau bekerja keras.

Kisah keberadaan orang Jawa di Suriname adalah sebuah cerita sejarah yang menarik dalam migrasi manusia yang terbesar. Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, sekitar 33.000 orang Jawa dibawa oleh pemerintah kolonial Belanda dari Hindia Belanda untuk bekerja pada perkebunan di Suriname Karena Pemerintah kolonial Belanda melihat migrasi ini sebagai solusi untuk mengatasi masalah kekurangan pada tenaga kerja di koloni mereka sekaligus mengurangi kepadatan penduduk di Hindia Belanda Yaitu Indonesia. Walaupun mereka bekerja dibawah tekanan dari pihak kolonial, jauh dari kampong halaman Indonesia jauh terasing tetapi mereka tetap membawa Tradisi dan Budaya dan kemudian tumbuh berakar serta berkembang di Negara Suriname hingga sekarang.

Meskipun telah berabad-abad tahun lamanya Warisan budaya dan tradisi sangat kental, Terutama dalam bahasa mereka tetap berkomunikasi dalam bahasa Jawa dan Tradisi jawa lain seperti tarian, kuda lumping, Wayang Kulit, dan Gamelan Jawa hingga masakan khas jawa pun masih tetap ada. Dampak terbesar yang signifikan yaitu orang Jawa menjadi salah satu kelompok etnis terbesar dan berperan penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Di Indonesia, migrasi ini menjadi bagian dari sejarah kolonial yang kompleks dan meninggalkan jejak yang mendalam bagi masyarakat Jawa. Suatu Fenomena unik perkampungan Jawa, Jauh dari tanah leluhur, masyarakat Jawa di Suriname telah membangun kehidupan baru, namun tetap memelihara tradisi leluhur dan budaya nenek moyang. Sumber Dokument Sejarah / Jeffri Agusrianto

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....