Kebiasaan Jarang Mandi, Jadi Awal Mula Adanya Parfum
- 06 Sep 2024 23:12 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Parfum atau yang dikenal juga dengan sebutan minyak wangi ialah campuran minyak asiri dan senyawa aroma, fiksatif dan pelarut yang digunakan untuk memberikan bau wangi pada tubuh manusia, objek, atau ruangan. Jumlah dan jenis pelarut yang bercampur dengan minyak wangi menentukan apakah suatu parfum dianggap sebagai ekstrak minyak wangi, atau jenis ekstrak lainnya seperti Eau de parfum, Eau de toilette, atau Eau de cologne.
Sejarah perkembangan parfum bisa ditelusuri sejak zaman mesir kuno. Berdasarkan penemuan makam Raja Tutankhamun Mesir yang kain muminya masih memiliki aroma wangi yang kuat meski telah sekian lama. Pada masa itu, teknik penyulingan dengan memanfaatkan sari bunga juga rempah menjadi cara yang mudah untuk pengolahan parfum.
Melansir laman Instagram @femaledailynetwork di masa Renaisans sekitar abad ke 14 hingga 16, parfum menjadi hal yang penting. Kala itu parfum dimanfaatkan untuk menyamarkan aroma tidak sedap bagi para bangsawan Eropa. Parfum dengan aroma yang kuat menjadi favorit pada saat itu dikarenakan para bangsawan lebih memilih memakai parfum ketimbang mereka harus mandi.
Bagi bangsawan pada masa itu, mandi bukan hanya sekedar membersihkan tubuh. Mandi menjadi ritual yang panjang karena harus dibantu dengan orang lain. Terlebih saat musim dingin, air yang sudah disiapkan harus dipanaskan kembali, hal itulah yang menjadikan mereka memiliki kebiasaan jarang mandi.
Aroma yang kuat menjadi favorit para bangsawan, ada musk, jasmine, amber dan turberose. Kala itu parfum tak hanya untuk mewangikan tubuh, tetapi juga digunakan untuk lainnya, seperti perlengkapan rumah, hiasan sampai hewan peliharaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....