Tradisi Ziarah Makam dalam Islam

  • 17 Jun 2024 18:50 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Ziarah makam atau nyekar adalah mengunjungi makam orang tua atau keluarga yang lebih dulu meninggal dunia. Tradisi ini biasanya dilakukan masyarakat menjelang hari-hari istimewa, seperti jelang Ramadhan dan Hari Raya. Tujuannya ialah untuk mengirimkan doa serta membersihkan makam dari rumput-rumput liar dan menabur bunga.

Menurut Tokoh Ulama yang juga sebagai Ketua MPU Kota Sabang Tgk. Baharuddin, yang lebih akrab disapa Tengku Baha, Ziarah makam merupakan kegiatan yang dibolehkan dalam Syariat Agama, kegiatan ini tidak harus dilakukan pada momen menjelang atau menyambut bulan Suci Ramadhan atau Hari Raya, tetapi dapat dilakukan kapanpun. Selain itu Ziarah makam adalah kegiatan yang bersifat Tawassul dan muhasabah diri menuju kematian.

“Jika kita mengkaji tentang Ziarah kubur ke makam ini merupakan suatu hal yang dibolehkan dalam Syariat Agama untuk Tawassul dan tidak ditentukan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya saja, hal ini dapat dilakukan kapan saja. Karena Rasulullah juga menyuruh ummatnya untuk Ziarah makam, dan beliau ketika ada seseorang yang datang ke Madinah dan tidak berzirah ke makamnya itu syafaatnya tidak ada” Ungkap Tgk. Baharuddin.

Menurutnya, Ziarah makam tidak dilakukan untuk mencuci muka dengan air bunga, namun dilakukan untuk memanjatkan doa, tahlil dan membaca ayat AlQuran agar mengalirkan pahala kepada para ahli kubur yang diziarahi.

“Oleh keluarga memang diinginkan adanya zaiarah kubur, hal ini adalah sangat baik untuk datangnya kepada makam para saudara, keluarga terlebih lagi orang tua terlebih yang dianjurkan pada lebaran, sampai disana bukan untuk cuci muka, tetapi untuk membaca tahlil, samadiah dan surat dalam Alquran untuk mendapatkan rahmat dan nikmat kepada Almarhum atau almarhumah dalam kubur” Ujar Tgk. Baharuddin.

Hikmah utama yang dapat diperoleh dari Ziarah kubur sesuai syariah adalah untuk melembutkan hati dengan mengingat kematian, mengusir kesenangan dunia dan menjadikan musibah yang dialami terasa ringan. Tradisi ini memiliki pengaruh yang sangat besar pada pribadi manusia untuk mencegah gelapnya hati serta mengingatkan dosa dan kesalahan yang pernah dilakukan semasa hidup di dunia.

Selain mendapatkan hikmah kepada peziarah, tradisi ini juga memberi manfaat kepada ahli kubur, Hal itu dilakukan mulai dari mengucapkan salam ketika datang ke kuburan, hingga memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa-dosa orang yang telah meninggal tersebut dan mendoakan kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....