Anak Agresif, Bagaimana Pola Asuh yang Tepat ?

  • 07 Sep 2025 23:35 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Perilaku agresif pada anak merupakan tindakan yang ditunjukkan anak seperti marah, berteriak, memukul, melukai dan merugikan orang lain ataupun dirinya sendiri, baik secara fisik atau juga verbal. Namun orang tua harus paham bahwa itu adalah bagian dari tumbuh kembang anak dalam batas yang wajar.

Setiap anak memiliki caranya sendiri untuk mengekspresikan diri, ketika anak menunjukkan perilaku agresifnya seperti marah, memukul dan berkata kasar, orang tua justru merasa bingung dan khawatir. Tetapi perilaku agresif itu bukan tergolong nakal, tapi mencerminkan sebuah bentuk ekspresi yang tidak terkontrol, sulit mengendalikan emosinya.

Menurut seorang psikolog Julia Elvina Ritonga, S.Psi, perilaku agresif adalah perilaku yang menyebabkan kerusakan fisik dan mental biasanya disebabkan oleh faktor psikis dan fisik.”Ada beberapa faktor yang menyebabkan perilaku agresif, salah satunya adalah faktor fisik seperti orang yang sedang amat sangat lelah,orang yang lapar, yang sedang sakit, atau stres dengan penyakit, dan kondisi seperti inilah akan sangat mudah memicu rasa marah dan tersulut emosi, sehingga orang-orang mudah untuk berperilaku agresif”, ujar Julia kepada RRI, Minggu (7/9/2025).

Faktor lainnya adalah pengaruh lingkungan seperti pengaruh media sosial, budaya, atau pengaruh situasi di sekitar yang sarat akan kekerasan dapat membentuk pola anak yang agresif. Anak juga bisa meniru temannya saat berbicara kasar, atau anak sering diejek akan dengan mudah melampiaskan amarahnya dengan agresivitas.

Pola asuh yang tepat untuk anak yang agresif, orangbtua dapat menerapkan cara ini dengan konsisten yaitu dengan cara :

· Kenalkan batasan yang jelas, disini anak perlu pahan aturan dan konsisten.

· Ajarkan anak bagaimana cara mengelola emosi, orang tua dapat melatih dengan cara tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan dengan perlahan atau menenangkan diri ditempat khusus saat marah.

· Orang tua tetap tenang dan tidak perlu di balas dengan kekerasan, ketika anak menunjukkan perilaku agresif nya, orang tua tetap harus tenang dan tidak merespons denga suara yang keras atau hukuman, maka hal ini dapat memperburuk suasana.

· Berikan perhatian pada anak yang positif, anak sering berperilaku agresif dikarenakan anak mencari perhatian tetapi orang tua dapat memberikan pujian dan apresiasi jika anak menunjukkan sikap dan dapat mengendalikan diri.

· Jadilah teladan yang baik bagi anak, beri contoh perilaku yang baik, berkata yang baik, maka anak akan menirunya.

Julia juga menyebutkan perilaku agresif dapat dicegah dengan cara berkomunikasi yang baik dengan anak, bisa menetapkan batasan-batasan yang jelas baik dan buruknya serta dapat memberikan contoh perilaku yang positif atau baik pada anak.

Kemudian bisa juga dengan berbicara yang baik, mengelola emosi, berfikir lebih jernih, bahkan bisa meminta maaf terlebih dahulu jika orang tua melakukan kesalahan, “Bisa juga dicegah dengan memberikan konsekuensi pada anak, jika anak salah dapat diberikan hukuman sebaliknya jika anak berbuat baik dapat diberikan hadiah, penghargaan, pujian atau pelukan”, tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....