Ketika Anak Terlalu Bebas, Dampak Pola Asuh Permisif

  • 03 Sep 2025 21:37 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Anak tumbuh sehat, cerdas, memiliki kepercayaan yang tinggi, bebas untuk berekspresi, kreatif dan bahagia, adalah impian dari setiap orang tua. Tapi tidak sedikit juga orang tua menerapkan pola asuh yang keliru bagi anak-anak mereka.

Terkadang saking sayangnya orang tua kepada anaknya, selalu memberikan kebebasan tanpa batas pada anak, menuruti semua keinginan anak. Tujuannya agar anak merasa bahagia dan tidak terkekang, pola asuh seperti ini dinamakan pola asuh permisif, justru pola asuh ini akan menjadi bomerang bagi orang tua yang dapat merugikan masa tumbuh kembang anak.

Dalam pola asuh permisif ini adalah cara mendidik anak dengan cara memberikan kebebasan tanpa adanya batasan tanpa ada aturan yang tegas dari orang tua. “Pola asuh permisif adalah pola asuh serba boleh, betapa banyak orang tua mangambil pengetahuan untuk jadi orang tua yang asyik sehingga anak tidak mempunyai batasan apapun, ibarat pohon tumbuh di tanah yang gembur gembur, pohon nya sih tumbuh tapi tidak mengakar dengan kuat, ketika ada angin kencang pohon tersebu akan tumbang, begitu juga dengan anak begitu ada masalah yang datang si anak akan tidak mampu menghadapinya”, hal ini dikatakan oleh Rulia Hanifah, S.Psi, M.Psi Psikolog Dosen Fakultas Kedokteran Prodi Psikolog USK Banda Aceh dalam perbincangan bersama RRI, Selasa (19/8/2025).

Tujuan orang tua menerapkan tipe pola asuh permisif, namun pola asuh ini akan membawa dampak yang serius bagi tumbuh kembang anak. Berikut ada beberapa dampak negatif dari pola asuh permisif yaitu:

· Anak kurang tanggung jawab, anak tidak di beri konsekuensi ketika ia melakukan kesalahan, dan hal ini dapat menyebabkan anak tidak bertanggung jawab atas perilakunya sendiri.

· Anak kurang disiplin, anak yang tidak dibiasakan ddan tidak ada batasannya akan susah untuk disiplin aturan dan akan sulit untuk mengikuti aturan disekolannya serta kurang menghargai peraturan disekolah.

· Anak sulit untuk mengendalikan diri, anak tumbuh menjadi pribadi yang mudah marah-marah, susah bersabar karena anak selalu mendapatkan apa yang diinginkan.

· Anak rentan untuk mengambil keputusan yang salah. Tanpa arahan yang jelas dari orang tua, maka anak slah memilih dalam pergaulan, sehingga akan terjerumus pada hal yang negatif.

· Anak memiliki keterampilan yang buruk. Dari pola asuh permisif ini anak akan terlihat egois, kurang berempati, tidak sabaran, dan sulit untuk berbagi dengan siapa saja.

Dengan memberikan anak kebebasan merupakan tindakan yang baik, akan tetapi anak akan tumbuh dengan pribadi yang tidak bertanggung jawab. Tugas orang tua tidak hanya sekedar menjadi teman yang menyenangkan tetapi juga harus bijaksana dalam memberikan kebebasan pada anak sekalgus dengan batasan yang tegassebagai bekal untuk anak yang tangguh, peduli dan bertanggung jawab penuh serta mampu menghadapi tantangan kehidupan kedepannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....