Ketika Kebebasan Anak Terbatas, ini Dampaknya

  • 28 Agt 2025 22:17 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Gaya pola asuh otoriter merupakan gaya asuh orang tua kepada anaknya yang ditandai dengan pengaturan yang ketat, sedikit memberi ruang kepada anak untuk mengapresiasikan dirinya, disiplin ketat dan kontrol yang tinggi. Biasanya dengan pola asuh ini orang tua sering memberikan hukuman jika anak melanggar atau tidak patuh terhadap peraturan yang telah ditetapkan.

Dalam pola asuh otoriter ini orang tua justru cenderung menuntut anak untuk patuh dengan peraturan yang dibuat, harus disiplin keras tanpa ada ruang berekspresi sedikitpun. Jika pola asuh ini diterapkan secara berlebihan, tentu saja kebebsan anak akan terbatas, anak tidak dapat mengambil keputusan, memberian pendapat serta tidak dapat menjadi anak yang kreatif.

“Pola asuh otoriter ini, anak tumbuh dengan didikkan yang keras dan disiplin. Bayangkan saja anak yang lahir dengan didikkan yang keras, ia tidak punya kesempatan untuk mengembangkan ide nya sendiri dan tidak punya pilihan, tidak diberi kesempatan untuk mengeluarkan pendapat, maka anak tumbuh dengan pondasi yang tidak kuat dan selalu didorong oleh orang tua”, ujar Ruliah Hanifah, S.Psi, M.Psi Psikolog Dosen Fakultas Kedokteran Prodi Psikolog USK Banda Aceh dalam perbincangan bersama RRI, Selasa (19/8/2025).

Dampak yang akan muncul pada pola pengasuhan anak dengan cara otoriter adalah:

· Sulit untuk mengambil keputusan, dikarenakan selalu dilarang atau ditentukan oleh orang tua, sehingga anak ragu untuk memilih atu menentukan sesuatu.

· Stres dan berpotensi memiliki tekanan psikologi, dikarenakan kebanyakan aturan membuat anak merasa tertekan, stres dan bahkan akan menjadi anak pemberontak atau pembangkang.

· Anak kehilangan kreativitasnya karena tidak diberi kesempatan untuk mengeksplor dirinya, kreativitasnya terhambat karena takut salah serta kurang berani berinovasi.

· Anak tidak memiliki kepercayaan diri, karena telah terbiasa dalam memberi keputusan dengan arahan orang tua, tidak mandiri sehingga kepercayaan diri menjadi lemah.

Kebebasan anak yang terbatas karena pola asuh dengan cara otoriter ini akan berpengaruh serius pada perkembangan psikologis, emosional dan sosial anak. Anak bisa saja menjadi penurut tetapi tertekan, oleh karena itu orang dapat menciptakan pola asuh yang seimbang, tegas dalam aturan namun memberikan kebebasan pada anak, memberikan kasih sayang serta memberi ruang untuk berdialog bersama, sehingga terciptalah keluarga yang harmonis dengan pengasuhan yang tidak keliru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....