Mengungkap Dampak Negatif Hubungan Berisiko pada Anak Muda

  • 23 Agt 2025 23:38 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Pada fase masa remaja, anak muda cenderung memiliki rasa keingin tahuan yang besar, bersemangat dalam mencoba hal-hal yang baru serta ingin mendapatkan pengakuan dari lingkungannya. Namun rasa ingin tahu yang sangat besar pada anak muda bila tidak di imbangi oleh pengendalian diri dan juga pengetahuan dapat membuat diri terjerumus ke hubungan yang berisiko.

Hubungan berisiko di kalangan anak muda tidak hanya sekedar persoalan asmara saja tetapi melainkan sebuah ancaman yang serius yang dapat membuat hati luka.hubungan yang berisiko ini berpeluang mendatangkan kerugian bagi diri sendiri ataupun orang lain seperti secara emosional, fisik, dan juga sosial.

“Anak-anak muda sekarang ini cenderung pada peningkatan perilaku berisiko, seperti bermesraan di depan umum, dan jika sudah menyangkut ke hal yang lebih spesifik dari hubungan mereka bisa menyebabkan efek yang luar biasa berisiko, contohnya menyebabkan penyakit seks menular, HIV, dan penyakit lainnya”, hal ini dikatakan oleh Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Aceh, Ners. Yennizar, SST., S.Kep., M.Si dalam perbincangan bersama RRI, Selasa (19/8/2025).

Lebih lanjut ia menambahkan, dalam hal ini peran orang tua sangat diperlukan untuk membimbing anak, sehingga mereka terhindar dari rasa ingin tahu yang besar. Pada zaman sekarang, medsos dengan iklannya yang bebas dan informasi yang bebas pula akan berdampak pada anak muda, maka dengan hasrat mereka ingin tahu dan berujung dengan rasa ingin coba-coba serta ini dapat menyebabkan mereka jatuh pada pergaulan yang salah.

Contoh hubungan berisiko yang terjadi dan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri atupun orang lain adalah, pergaulan bebas yang melibatkan seks sebelum nikah, hubungan yang dijalani tanpa tanggung jawab, hubungan yang tidak punya komitmen. Serta keterlibatan gaya hidup tidak sehat seperti konsumsi alkohol, pesta dunia gemerlap (dugem) serta terlibat penggunaan narkoba.

Yennizar juga menyebutkan penyebab dari tren hubungan berisiko kian meningkat sekarang ini antara lain:

· Kurangnya pengetahuan,minimnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, dan batasan-batasan dalam pergaulan serta malu bertanya.

· Pengaruh pergaulan digital, dimana anak akan mengakses internet sehingga membuat anak mudah terpapar oleh konten yang tidak sesuai dengan usianya, pornografi dan gaya hidup bebas.

· Rendahnya komunikasi dengan orang tua, dengan kurangnya komunikasi, kasih sayang dan perhatian dari orang tua, menyebabkan anak mencari perlindungan diluar rumah, sehingga anak akan salah dalam bergaul dan memilih mana yang benar

Ada beberapa dampak negatif hubungan berisiko pada anak muda yaitu:

· Gangguan emosional, anak bisa saja mengalami stres, depresi, dan rasa percaya diri yang rendah karena hubungannya tertekan,cemburu berlebihan, atau mendapatkan kekerasan akan menimbulkan trauma.

· Nilai moral yang rusak, denagn hubungan berisiko ini membuat anak muda tidak sehat dan jauh dari nilai-nilai agama maupun sosial dan berpotensi melemahkan karakter anak.

· Hubungan dengan keluarga tidak harmonis, anak muda yang terjebak dalam hubungan berisiko ini tentu saja berkonflik dengan keluarga. Dengan anak sering berbohong, tidak jujur dan kerap memiliki perilaku menyimpang dapat merenggangkan hubungan dengan keluarga, yang semestinya keluarga menjadi tempat perlindungan .

· Kesehatan fisik, dampak yang serius adalah resiko dari penyakit menular, kehamilan yang tidak diinginkan, dan kondisi ini akan mengganggu pendidikan dan masa depan anak.

Tren hubungan yang berisiko bukan hanya gaya hidup semata tetapi adalah masalah yang serius yang dapat merusak masa depan anak. Jaga diri, beri batasan diri dalam pergaulan, tanamkan nilai-nilai spiritual agar generasi muda tumbuh dengan sehat, cerdas serta bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....