Peran Keluarga Sebagai Kunci Membangun Generasi Berkarakter

  • 12 Agt 2025 22:07 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Keluarga merupakan lingkungan utama dan pertama bagi anak. Dari dalam keluargalah anak belajar dan memahami yang benar dan salah, mengenal nilai-nilai kehidupan, serta mengembangkan sikapnya yang akan membentukan kepribadiannya kelak, oleh karenanya peran keluarga sangat penting dalam perkembangan anak yang kuat, berakhlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan dimasa depan.

Karakter yang kuat dan mulia tidak terbentuk hanya dengan waktu yang singkat, akan tetapi terbentuk dari hasil proses panjang yang melibatkan bimbingan dan pengasuhan dari orang tua serta keluarga. “Sebenarnya fondasi utama dalam suatu pembentukan karakter pada anak adalah parenting, hal ini tidak terbantahkan dari nilai moral, budaya, etika dan adat istiadat , kita bisa bayangkan pola asuh zaman dulu dan zaman sekarang beda banget kan”, hal ini dikatakan oleh Lisdayani, M.Psi selaku Psikolog dan Ketua Devisi Rujukan Puspaga Kota banda Aceh dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (9/8/2025).

Ia menambahkan pola asuh yang baik itu adalah dimana orang tua menetapkan pola asuh yang positif, penuh kasih sayang, perhatian dan penghargaan dan akan menghasilkan hasil yang optimal. Pola asuh tersebut diterapkan bukan hanya teori saja tapi harus ada prakteknya karena sifat anak adalah menirukan apa yang dikerjakan oleh orang tuanya seperti, letakan barang pada tempatnya, tindakan-tindakan yang positif, tidak memarahi orang depan umum dan lainnya.

“Jadi orang tua harus memberikan arahan dan pemahaman yang baik terhadap nilai-nilai moral kepada anak, jadi jika orang tua tidak belajar dari kesalahan yang sebelumnya, tidak mau belajar dan tidak mau berubah dari kesalahannya dalam mengasuh anak itu sama saja minus”, tambahnya.

Faktor yang berpengaruh terhadap berhasilnya peran keluarga dalam pembentukan karakter yaitu:

· Teladan orang tua, anak belajar dari menirukan sikap tutur dan perilaku orang tua akan langsung menjadi contoh. Teladan yang selalu konsisten antara ucapan dan perbuatan yang positif sehingga mudah tertanam pada diri anak.

· Waktu bersama, seperti makan bersama, bermain, membaca, berdiskusi, dan menguatkan emosional bersama.

· Lingkungan sosial budaya, nilai sosial budaya yang dianut masyarakat setempat juga turut mempengaruhi pembentukan karakter. Keluarga yang dapat dan mampu menyaring pengaruh negatif dari luar akan lebih baik untuk menjaga nilai positif.

· Peran orang tua dan figur pengganti, aktifnya keterlibtana ayah, ibu dan sosok figur pengganti seperti kakek,nenek, pengasuh anak, akan membuat anak lebih memahami nilai kehidupan.

· Pengetahuan orang tua, strategi dari orang tua dalam penerapan pendidikan karakter akan mempengaruhi orang tua bagaimana cara membimbing anak.

· Komunikasi dalam keluarga yang saling jujur dan keterbukaan, saling menghargai dapat membantu anak merasa lebih nyaman mengungkapkan perasaan dan pikirannya, sehingga apa yang diterapkan orang tua mudah diterima.

Pembentukan karakter bukan suatu proses yang instan, hal ini merupakan hasil dari interaksi dan bimbingan yang konsisten dari keluarga. Dengan menciptakan rumah yang penuh dengan kasih sayang serta mengajarkan nilai-nilai luhur, dan menjadi teladan yang baik dapat membantu anak mempunyai pribadi dan karakter yang kuat, siap menghadapi tantangan masa depan serta bermanfaat bagi lingkungannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....