Hari Bakti TNI Angkatan Udara, Begini Sejarahnya

  • 30 Jul 2025 22:34 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Langit Indonesia tidak hanya menjadi saksi pertempuran, tetapi juga lembar kenangan yang menyimpan jejak pengorbanan. Setiap tanggal 29 Juli, Hari Bakti TNI Angkatan Udara diperingati sebagai penanda perjuangan yang lahir dari kemanusiaan, bukan sekadar kekuatan senjata.

Komandan Lanud Maimun Saleh, Letkol Pnb Alfian Rokhmat K., M.Han., mengisahkan bahwa sejarah ini bermula dari sebuah misi damai. Pada tahun 1947, ketika bangsa ini masih bertaruh nyawa demi kemerdekaan, sekelompok penerbang TNI AU mengambil peran dalam misi kemanusiaan yang tak mudah dilupakan.

“Jadi Hari Bakti itu sebagai peringatan pada saat itu, dari sukarelawan atau prajurit-prajurit TNI yang melakukan misi kemanusiaan mengangkut obat-obatan dari Palang Merah Malaya. Pesawat yang mengangkut obat-obatan tersebut kemudian diserang Belanda secara membabi buta hingga jatuh di sekitaran Maguwo,” ungkapnya, Selasa (29/07/2025).

Dalam peristiwa itu, tiga jiwa pemberani melayang: Komodor Udara Adisucipto, Komodor Muda Udara Abdulrahman Saleh, dan Opsir Muda Udara Sutardjo Sigit. Mereka bukan hanya penerbang, tapi pahlawan yang menjadikan langit sebagai jalan cinta dan pengorbanan bagi tanah air.

“Sebagai wujud penghormatan dan menghargai kepahlawanan beliau, dijadikanlah Hari Bakti TNI AU. Pada dasarnya juga sebagai tolak ukur pengabdian TNI AU pada masyarakat di sekitar,” sambung Danlanud.

Kini, setiap kali peringatan itu tiba, bukan hanya barisan upacara yang menjadi simbol. Tapi juga keheningan dalam doa, serta ingatan bahwa ada yang rela gugur demi membawa harapan dalam bentuk sekantong obat dan sehelai semangat hidup.

Hari Bakti TNI AU adalah perenungan akan langit yang setia menjaga, bahkan ketika sayap patah dalam misi suci. Sebuah hari yang mengingatkan kita, bahwa keberanian tidak selalu dalam bentuk senjata, kadang ia hadir dalam bentuk niat tulus membantu sesama.

Dari langit Maguwo yang menyimpan luka, kini terbang harapan baru. Dan TNI Angkatan Udara terus mengukir langkah, membingkai sejarah dengan pengabdian, menjadikan udara bukan hanya ruang pertahanan, tapi juga lorong kasih bagi rakyatnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....