Minat Baca Ibu Meningkat, Kunci Keluarga Berkualitas
- 18 Jul 2025 16:12 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Ditengah kesibukkannya menjadi ibu rumah tangga, terkadang membaca menjadi terabaikan bagi para kaum ibu. Padahal di balik manfaat membaca antara lain dapat membuka wawasan, mengambil keputusan menjadi lebih bijak, mendapatkan pengetahuan yang lebih, serta dapat mengajarkan anak dirumah dengan lebih baik dan menjadikan keluarga lebih cerdas dan berkualitas, karena seorang ibu memiliki peran penting sebagai pendidik pertama dan utama di dalam sebuah keluarga.
Peran ibu dalam rumah tangga diibaratkan sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya, ketika anak melihat ibu nya sering membaca buku maka secara tidak langsung tertanam dalam pikiran mereka, membaca adalah kegiatan yang penting dan menyenangkan. Ibu yang sering membaca akan memiliki pengetahuan yang luas dan menjadi teladan literasi yang paling efektif.
“Kalau kita berbicara fenomea tentang realita memang iya ketika menjadi seorang ibu prioritas membaca tidak lagi menjadi hal yang utama, karena penyebabnya adalah pekerjaan rumah yang menumpuk menjadi fokusnya ibu-ibu. Dilihat dari data UNESCO bahwa persentase pembaca di Indonesia 0,001 %, artinya dari 1000 orang Indonesia hanya 1 orang yang suka membaca”, hal ini dikatakan oleh Penggiat literasi Sirah Nabawiyah, Hayani Yahya dalam perbincangan bersama RRI, Rabu (16/7/2025).
Ia juga mengatakan alasan mengapa ibu tidak sempat untuk membaca, diantaranya kesibukan dalam pekerjaan rumah tangga, tidak mempunyai prioritas dan menurut kita bahwa yang prioritas itu adalah hal-hal yang langsung berhadapan dengan anak, padahal membaca ini merupakan prioritas yang dibutuhkan oleh anak. Dan membaca itu adalah asupan energi yang dibutuhkan oleh otak atau akal pikiran.
Membaca juga terbukti ampuh mempertajam kemampuan berpikir, memperkaya kosa kata dan meningkatkan konsentrasi serta dapat langsung diaplikasikan untuk meningkatka kualitas hidup keluarga. Selain itu, seorang ibu yang gemar membaca mempunyai bahan untuk diskusi bersama anak dan pasangannya, mampu menjawab pertanyaan dari si anak dan siap menghadapi tantangan dalam keluarga dengan berpikir yang bijaksana.
Pada kesempatan yang sama, Dewi Hasmawati, SLC Bintang Pejuang Sirah mengatakan, dengan membaca kita dapat mengambil manfaat serta sebagai sarana untuk melepas penat dan mengurangi stres dari rutinitas harian (me time), serta alokasikan waktu sekitar lima menit. Untuk menumbuhkan minat baca pada usia yang tidak lagi muda, ada baiknya diawali dengan meluangkan waktu sedikit demi sedikit untuk membaca tetapi tetap berkesinambungan, dengan bacaan yang ringan dan menarik, baik dalam bentuk cerita fiksi atau non fiksi yang dapat menyegarkan pikiran.
“Keluarga pasti menginginkan anak-anaknya berhasil di pendidikan dan kehidupannya, jadi jika seorang ibu dalam keluarga pintar maka anak-anaknya akan ikut pintar juga. Nah dalm satu rumah itu diajarkan membaca baik baca buku, baca Al –Quran dan anak-anak pasti akan mengikutinya, secara tidak langsung kita telah membentuk ruang diskusi kecil dalam rumah sendiri, dan ketika anak-anak keluar rumah mereka tidak akan kaget melihat teman-temannya membaca buku,” kata Dewi.
Ada beberapa cara dalam meningkatkan minat baca pada kaum ibu yaitu, pilih bacaan yang menarik, misalkan buku tips parenting, kesehatan, resep masakan, novel, buku tenteng keagamaan atau kisah inspiratif wanita. Manfaatkan media sosial, libatkan anak-anak untuk membaca bersama, alokasikan waktu khusus untuk membaca, buat kelompok arisan buku.
Menumbuhkan minat membaca pada kaum ibu bukanlah suatu hal yang mustahil. Membaca dengan suasana hati yang senang, bacaan yang menarik, budaya literasi ini akan tumbuh dengan baik dikalangan ibu-ibu. Ibu yang cerdas dan memiliki pengetahuan yang luas akan menciptakan keluarga yang cerdas dan berkualitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....