Minyak Tanah, Energi Lawas yang Masih Bertahan
- 01 Jul 2025 13:09 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Saat ini di tengah gempuran teknologi dan sumber energi yang semakin beragam, minyak tanah seolah tenggelam eksistensinya dalam pusaran waktu di era sekarang. Namun, benarkah demikian? Nyatanya, di beberapa pelosok Indonesia, minyak tanah masih menunjukkan "kejayaannya" dan menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Pada artikel ini kita akan mengupas mengapa minyak tanah masih relevan, bahkan di era yang serba digital ini. Jejak Sejarah yang tak lekang oleh waktu, Bagi generasi yang lebih tua, aroma khas minyak tanah membangkitkan kenangan akan masa kecil, lentera yang menemani malam, atau kompor sumbu yang mengepulkan asap masakan.
Sebelum era listrik mengaliri perkampungan, minyak tanah adalah primadona untuk penerangan dan sebagai bahan bakar didapur. Kemudahannya didapat dan harganya yang terjangkau menjadikannya pilihan utama bagi masyarakat luas, terutama di perkampungan.
Halim (50) seorang pedagang depot oil di jalan perdagangan Sabang, saat ia sedang bersama konsumen yang membeli minyak tanah, pada Selasa (1/07/2025) mengatakan kepada RRI Sabang, masih banyaknya yang menggunakan Minyak Tanah, selain untuk kebutuhan bahan bakar di dapur rumah, tetapi minyak tanah ini kerap digunan sebagai bahan campuran getah damar untuk menempel boat nelayan.
Ditambahkan, akibat kelangkaan gas 3 kilo, dan sebagian masyarakat perlahan masyaratpun kembali menggunakan minyak tanah untuk. saat ini harga minyak tanah dijual dengan harga Rp.14000/Liternya dan ia mendapatkan pasokan minyak tanah perminggunya hanya satu drum, dari agen yang berada di Banda Aceh.
Seiring berjalannya waktu,Minyak tanah adalah saksi bisu perjalanan bangsa, dari era kegelapan hingga terang benderang. Meskipun perlahan digantikan, kisahnya akan selalu menjadi bagian dari sejarah energi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....