Ini Keutamaan dan Makna Puasa Asyura
- 27 Jun 2025 12:08 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Bulan Muharram merupakan bulan awal dari kalender hijriah. Di bulan ini banyak amalan dan kebajikan yang dianjurkan seperti memperbanyak puasa dan salat sunnah serta bersedekah.
Salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan di bulan Muharram yaitu berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Amalan sunnah ini memiliki keutamaan sebagai penghapus dosa-dosa kecil selama setahun yang telah lalu.
“Puasa Asyura adalah puasa sunnah pada hari ke sepuluh bulan Muharram, umat Islam tidak hanya di sunnahkan berpuasa di hari Asyura saja melainkan kita juga semua disunnahkan berpuasa satu hari sebelumnya yakni hari kesembilan Muharram atau sering juga disebut puasa sunnah Tasu’a”, hal ini di katakan oleh Tgk.Dedi Maskur dari Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Sabang kepada RRI, Kamis (26/6/2025).
Ada sebuah riwayat dimana salah seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW tentang puasa Asyura. Rasulullah bersabda “Puasa Asyura dapat melebur dosa setahun yang telah lalu” (Hadist riwayat Imam Bukhari).
Para ulama menjelaskan bahwa dosa-dosa yang diampni adalah dosa-dosa yang kecil, namun dosa besar memerlukan tobat nasuha yaitu tobat yang sunguh-sungguh dan tulus, selain dari pengampunan dosa, puasa Asyura memiliki keutamaan yang lain yaitu puasa sunnah terbaik setelah puasa wajib di bulan Ramadan. Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadan adalah puasa pada bulan Allah Muharram”, (HR. Muslim no.1163).
Dalam keutamaan puasa Asyura, bila dilihat dari sejarahnya, saat Nabi Muhammad SAW tiba di kota Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura. Mereka berpuasa dalam bentuk rasa syukur atas di selamatkannya Nabi Musa As dan Bani Israel dari Fir’aun dan tentaranya yang ditenggalamkan di Laut Merah.
Saat Rasulullah mendengar hal tersebut maka, Rasulullah bersabda “Kami lebih berhak dan utama terhadap Musa dari pada kalian”. Dan kemudian Rasulullah berpuasa pada hari itu dan juga memerintahkan kepada para sahabat untuk melaksanakan puasa satu hari sebelumnya yaitu pada yaitu tanggal 9 Muharram (puasa Tasu’a), bertujuan untuk membedakan dengan tradisi kaum Yahudi.
Selain berpuasa umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amalan lainnya seperti, memperbanyak sedekah, meningkatkan salat sunnah dan menyambung silahturahmi serta memperbanyak zikir dan do’a. Dengan melaksanakan semua amalan sunnah tersebut diharapkan umat Islam dapat meraih ampunan dari Allah SWT, meningkatkan ketakwaan, meneladani Rasulullah dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....