Mitos Gigi Atas Bikin Buta Itu Hoaks

  • 04 Jun 2025 12:02 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Di dalam Masyarakat, memang banyak beredar mitos, tidak terkecuali mengenai Kesehatan gigi dan mulut. Mitos-mitos ini bisa mempengaruhi cara kita merawat gigi, bahkan berpotensi merugikan Kesehatan mulut.

Drg. Siti Cory Niken, SP.Pros, yang merupakan Dokter Gigi Spesialis Prostodonsia menerangkan bahwa ada beberapa mitos yang tidak benar mengenai gigi dan mulut yang beredar dalam masyarakat, seperti:

  • Mencabut Gigi Atas Akan Mempengaruhi Kesehatan Mata

Mitos yang sangat popular di Masyarakat yaitu mencabut ggi atas akan mempengaruhi saraf mata atau bahkan dapat menyebabkan kebutaan. “Hal itu adalah hoaks, dari syarafnya saja sudah beda. Jadi kalau mencabut gigi atas tidak mempengaruhi ke mata, malah kalau sudah infeksi giginya dapat mempengaruhi mata jika tidak dicabut,” ujarnya dalam dialog dengan topik Gigi Palsu Bukan Sekedar Estetika: Pentingnya Kesehatan Fungsi Pengunyahan di RRI Pro 4 Banda Aceh, Sabtu (31/5/2025).

  • Semakin Sering Menggosok Gigi Semakin Bagus

Menggosok gigi terlalu sering, lebih dari tiga kali sehari berpotensi menyebbakan masalah gigi dan gusi seperti merusak enamel gigi serta menyebabkan gusi turun. “Sikat gigi disarankan dua kali seahri, tiga kali masih oke. Apalagi dikhawatirkan tekanan saat menyikat terlalu kuat, sehingga menyebabkan akar gigi terkikis dan gusi turun,” lanjutnya.

  • Membersihkan Gigi dengan Tusuk Gigi

Sangat tidak disarankan memakai tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi. “Jangan pernah mengorek gigi menggunakan tusuk gigi, hal ini dapat menyebabkan gusi turun dan infeksi. Jadi lebih baik menggunakan dental floss saja jika dirasa ada sisa makanan yang belum bersih,” imbuhnya.

  • Gigi Tidak Berlubang Jaminan Gigi Sehat

Seringkali kita mengira bahwa selama tidak ada lubang pada gigi, berarti gigi kita sehat. Padahal, anggapan ini tidak selalu benar. Gigi yang tidak berlubang sama sekali tidak menjamin kondisi Kesehatan gigi dan mulut secara keseluruhan.

Banyak kejadian gigi tampak baik-baik saja tapi mengalami nyeri. Hal itu bisa jadi karena giginya sudah terkikis atau ada lubang dalam giginya terutama di sela-sela gusi atau di bawah gusi. Lokasi lubang tidak terlihat langsung ini sulit dideteksi tanpa pemeriksaan professional seperti rontgen gigi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....