Dampak Media Sosial pada Remaja, Picu Kesehatan Mental
- 03 Mei 2025 23:55 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Kesehatan mental adalah kondisi kesejahteraan psikologi, emosional dan sosial seseorang. Dimana seseorang itu mampu menyadari potensi dirinya dalam menghadapi tantangan dan tekanan apa saja dalam hidup, baik itu tekanan sosial, pendidikan, pekerjaan, dan orang tersebut mampu beraktivitas secara produktif dan memberikan kontribusi kepada masyarakat.
“Nah jika dihubungkan dengan kesehatan remaja tentunya harus dalam keadaan yang baik seperti kesejahteraan psikologi harus sehat, remaja juga harus memiliki kemampuan untuk merasakan, memproses, dan mengelola emosi yang ada pada dirinya. Dan remaja harus bisa membangun hubungan sosial yang sehat (memilih pergaulan yang positif dan negatif),” hal ini diungkapkan oleh Aisyah Djamil, S.Psi selaku Psikolog Klinik Bunda Thamrin dalam perbincangan bersama RRI, Sabtu (26/4/2025).
Pada remaja, kesehatan mental yang tidak ditangani pada masa remaja akan dapat berlanjut hingga dewasa dan bisa berpengaruh ke berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehatan fisik dan pekerjaan. Juga remaja yang bermasalah dengan kesehatan mental akan beresiko mengalami seperti penyalahgunaan narkoba, prestasi belajar, hubungan sosial, serat resiko menyakiti diri (bunuh diri), kesehatan mental yang baik sangat penting untuk perkembangan yang sehat secara keseluruhan.
Keterkaitan remaja dengan penggunaan media sosial, memiliki sisi positifnya, dimana remaja dapat memanfaatkannya untuk menjalin komunikasi dengan teman atau keluarga, walaupun memiliki sisi positifnya, media sosial juga bisa menimbulkan tekanan, perbandingan sosial yang tidak sehat dan cyberbullying.
Ada beberapa tanda media sosial berdampak negatif pada kesehatan mental remaja diantaranya:
· Perubahan emosi, mudah cemas atau stres, emosi tidak stabil dan merasa tidak berharga.
· Menarik diri dari kehidupan nyata, lebih dari enam jam menggunakan ponsel, lebih suka online daripada ketemu langsung dengan orang lain.
· Obsesi terhadap penampilan dan validasi, fokus terhadap likes dan komentar di media sosial.
· Pola tidur terganggu, tidur selalu larut malam karena scrolling, bangun tidur langsung membuka media sosial, kualitas tidur menurun.
· Ganguan konsentrasi, sulit fokus dan nilai akademik menurun.
· Emosional serius, perilaku menyakiti diri.
Media sosial tidak hanya memberikan dampak yang negatif bahkan dampak positif akan terlihat lebih besar asal kita menyadari batasan-batasan dalam mengunakan media sosial. Peran orang tua, dukungan, sangat mempengaruhi bagaimana seorang anak dalam menggunakan media sosial, hal ini adalah tantangan terbesar bagi orang tua dan seorang profesional di kesehatan mental, jadi pergunakanlah media sosial dengan positif dan memberikan manfaat kebaikan, tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....