Macam-macam Epistemologi dalam Islam

  • 17 Apr 2025 17:46 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Epistemologi, cabang filsafat yang berfokus pada hakikat, sumber, lingkup, dan validitas pengetahuan, memainkan peran sentral dalam kerangka pemikiran Islam. Dalam Islam tidak hanya memperhatikan keyakinan dan praktik ibadah, namun juga memiliki system epistemologi yang khas, yang mempengaruhi cara umat muslim memperoleh, memvalidasi, dan menggunakan pengetahuan.

Syamsul Idul Adha, S.E, M.E, selaku dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam menerangkan beberapa epistemologi dalam Islam. “Pengetahuan itu adalah hasil epistemologi, hasil yang diperoleh dari serangkaian metodologis yang faktuil. Dalam Islam, epistemologi itu dualism atau beragam, tidak hanya dibatasi oleh epistemologi empiris seperti pengetahuan barat,” ujarnya dalam dialog Kajian Islami dengan topik Islamisasi Pengetahuan; Wacana & Tantangan bersama RRI Banda Aceh pada Jumat (4/4/2025).

“Dalam Islam ada epistemologi bayani, tekstual merujuk pada wahyu. Ada epistemologi burhani, pembuktian secara demonstratif logika, dan ada epistemologi intuitif irfani. Dan semua itu pendekatan yang berujung pada pengetahuan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, berikut ini penjelasan mengenai macam-macam epistemologi dalam Islam:

  • Epistemologi Bayani, dalam konteks epistemologi Islam, Bayani merujuk pada metode penafsiran dan pemahaman teks-teks keagamaan, terutama Al-Quran dan Al-Hadis serta Qiyas dan Ijma ulama, sebagai sumber utama pengetahuan.
  • Epistemologi Burhani, merupakan pendekatan yang berdasarkan pada kekuatan rasio akal yang dilakukan lewat dalil-dalill logika. Jadi, epistemologi burhani adalah epistemologi yang berpandangan bahwa sumber ilmu pengetahuan adalah akal.
  • Epistemologi Irfani, merupakan pendekatan untuk memperoleh pengetahuan melalui pengalaman spriritual, intuisi, dan pencerahan batin (kasyf). Berbeda dengan epistemologi bayani yang menekankan teks suci dan epistemologi burhani yang mengandalakan akal rasional, Irfani berfokus pada pengetahuan yang diperoleh melalui penyucian diri, kontemplasi dan hubungan spitritual dengan Sang Pencipta.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....