Keutamaan Silaturrahmi, ini Pendapat Ulama
- 02 Apr 2025 11:18 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang: Setelah berhasil mengarungi kehidupan pada bulan ramadan, kita dianjurkan untuk bersilaturahmi pada Hari Raya Idul Fitri. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan sesama untuk menjalani kehidupan. Silaturahmi saat lebaran merupakan kesempatan untuk bertukaran cerita, menanyakan keadaan hidup, dan menjalani berbagai kegiatan bersama.
Tgk. H. Qamaruzzaman M.Pd, narasumber dari Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Sabang, dalam Dialog bersama RRI, mengatakan, silaturahmi sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat kesilapan dan kesalahan yang membuat tersinggung dengan ucapan dan sikap dengan sesama. Sehingga menimbulkan saling dendam dan putusnya tali kasih sayang atau yang disebut dengan sillaturrahmi.
“Bukankah dalam sebuah hadits Rasulullah Saw pernah mengamini doa malaikat Jibril, di mana salah satu diantara doa yang diamini itu adalah ‘Yaa Allah, jangan Engkau terima puasa orang yang memutuskan sillaturrahmi dengan saudaranya, yaitu yang saling tidak mau maaf memaafkan’. Dalam hadits yang lain Rasulullah mengaitkan keimanan terhadap Allah serta hari akhir dan hubungan baik melalui silaturahim, pemuliaan tamu, dan perkataan baik,” ungkapnya, Sabtu (29/3/2025).
Ia menjelaskan, Syekh Sulaiman Al-Bujairimi menyebut setidaknya 10 keutamaan silaturahim dengan mengutip beberapa hadits di dalamnya. Sepuluh keutamaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Silaturrahmi dapat memperoleh Ridha Allah. Pasalnya, silaturahim adalah perintah-Nya.
2. Membuat bahagia kerabat atau idkhalus surur.
وَقَدْ وَرَدَ فِي الْخَبَرِ إنَّ أَفْضَلَ الْأَعْمَالِ إدْخَالُ السُّرُورِ عَلَى الْمُؤْمِنِ
Artinya, “Disebutkan dalam sebuah hadits, ‘Salah satu amal paling utama adalah idkhalus surur atau memasukkan kebahagiaan ke dalam hati orang yang beriman.’”
3. Membuat bahagia malaikat karena malaikat senang pada silaturahim.
4. Melahirkan memori atau ingatan positif dari orang beriman terhadap mereka yang menjaga silaturahim.
5. Membuat hati dan pikiran Iblis susah karena mereka menghendaki semangat persaudaraan manusia hancur, sehingga saling bermusuh- musuhan
6. Menambah berkah umur. Karena orang yang menjalin silaturahmi dicintai oleh Allah SWT, dan orang lain pun turut mendoakan nya agar dia panjang umur dan diberikan keberkahan dalam hidupnya.
7. Menambah keberkahan rezeki. Dalam banyak hadits Rasulullah Saw menyebutkan keutamaan silaturahmi, diantaranya adalah hadits yang diriwayatkan al-Bukhari, Muslim dan lainnya bahwa Rasulullah Saw bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
Artinya: Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia bersilaturahim.
8. Membuat bahagia orang tua yang sudah wafat karena mereka senang kalau keturunannya menjaga hubungan kekerabatan.
9. Menambah muruah atau kehormatan. Dengan banyak teman yang baik-baik yang kita silaturahmi tentu kita akan lebih terhormat dan menjadi orang yang namanya disebut-sebut oleh orang lain dengan kebaikan-kebaikan kita.
Sebaliknya jika kita adalah orang yang tidak mau bersilaturahmi, dia hanya sibuk pekerjaannya sendiri, tidak pernah datang kepada saudara-saudaranya, teman-temannya, tetangga-tetangganya, maka orang itu tidak akan dihormati oleh orang lain, malah dianggap orang yang tertutup dan kikir.
10. Menambah pahala setelah meninggal dunia, karena mereka yang menjaga silaturahim akan disebut -sebut oleh kerabat akan kebaikannya semasa hidupnya.
Abon Qamaruzzaman menjelaskan Sebuah hadits dari Anas bin Malik RA menyebutkan sebagai berikut:
وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ثَلَاثَةٌ فِي ظِلِّ الْعَرْشِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ : وَاصِلُ الرَّحِمِ وَامْرَأَةٌ مَاتَ زَوْجُهَا وَتَرَكَ أَيْتَامًا فَتَقُومُ عَلَيْهِمْ حَتَّى يُغْنِيَهُمْ اللَّهُ أَوْ يَمُوتُوا وَرَجُلٌ اتَّخَذَ طَعَامًا وَدَعَا إلَيْهِ الْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ
Artinya, “Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Ada tiga orang yang mendapat naungan Arasy pada hari kiamat: orang yang menjaga silaturahim, seorang istri yang ditinggal mati suaminya kemudian membesarkan anak-anak yatimnya sampai Allah mencukupi mereka atau sampai mereka wafat, dan orang yang membuat makanan kemudian mengajak anak yatim dan orang miskin untuk makan.’”
Semoga lebaran Idul Fitri tahun dapat kita manfaatkan sebaik mungkin untuk bersilaturahim dengan sesama dan saling bermaaf-maafan, sehingga memperkuat rasa persaudaraan dan persahabatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....