Tren Kemasan Makanan di Indonesia: Praktis atau Peduli Lingkungan

  • 24 Feb 2025 17:18 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Kemasan makanan merupakan wadah atau pembungkus yang digunakan untuk melindungi makanan dari kerusakan fisik, kimia, dan biologis, serta untuk memudahkan penyimpanan, transportasi, dan pemasarannya. Pemilihan jenis dan material kemasan yang tepat sangat penting untuk memastikan makanan tetap aman dan berkualitas hingga sampai ke tangan konsumen.

Di Indonesia sendiri, preferensi masyarakat terhadap kemasan makanan sangat beragam, dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga, kepraktisan, nilai tradisional, dan isu lingkungan. Namun, dapat dikatakan bahwa kemasan yang paling banyak digunakan dan menjadi favorit masyarakat Indonesia adalah kemasan yang memenuhi kriteria murah dan mudah.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Laboratorium Pengemasan dan Pelabelan Produk Departemen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Eti Indarti, M. Sc. “Mudah artinya mudah didapat, mudah dalam menggunakannya, mudah dalam transportasi. Sedangkan murah dalam artian dapat dijangkau. Misalnya ada dua jenis kemasan yaitu plastik dan kotak, pastinya berbeda harganya, tentunya orang juga akan memilih kemasan yang lebih murah, yaitu kemasan plastik karena lebih murah dibandingkan kemasan kotak,” terangnya saat menjadi narasumber dalam dialog Mozaik Indonesia dengan topik “Penggunaan Kemasan Pangan Yang Ramah Lingkungan” Pro 1 Banda Aceh pada Minggu (9/2/2025).

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa tentunya tiap kemasan memiliki dampak yang berbeda. Untuk kemasan pangan secara garis besar terdiri dari empat jenis, yaitu kemasan kaca, kaleng, kertas, dan plastik. Untuk kemasan kaca dan kaleng memiliki kelebihan yaitu lebih tahan lama tapi dalam penggunaannya kurang praktis dan lebih mahal.

Oleh karena itu, kemasan plastik menjadi alternatif dari kemasan kaca karena lebih murah dan juga tahan lama meski tingkat durabilitas penggunaanya tidak sekuat kaca dan kaleng. Namun, ada satu tipe plastik yang tidak dianjurkan untuk penyimpanan makanan, yaitu plastik styrofoam. Hal ini karena styrofoam terbuat dari polystyrene yang melepaskan zat yang bersifat karsinogenik jika bersentuhan dengan makanan bersuhu tinggi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....