Cabai Hiyung, Raja Pedas dari Negeri Seribu Sungai

  • 24 Des 2024 11:12 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Bagi anda pencinta makanan pedas, belum lengkap jika belum mencoba rasa pedasnya cabai Hiyung. Cabai ini berasal dari negeri seribu sungai yaitu Kalimantan Selatan, serta dijuluki sebagai cabai terpedas di Indonesia.

Dari hasil penelitian dari Laboraturium Pengujian Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen milik Kementerian Pertanian Republik Indonesia, mengatakan bahwa kadar capsaicin (zat menimbulkan rasa pedas) yang terdapat pada cabai Hiyung mencapai 2333,05 ppm atau setara pedasnya dengan 17 kali lipat dari cabai rawit biasa. Sesuai dengan namanya cabai ini berasal dari Desa Hiyung, Kecamatan Tapin Tengah Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan, dengan lahan yang luas serta dengan tanah yang subur dapat menguntungkan bagi masyrakat setempat dalam budidaya cabai Hiyung, dan membuat cabai tersebut memiliki rasa pedas yang kuat dan khas.

Dilansir dari laman Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, cabai Hiyung memiliki ciri-ciri, berwarna hijau saat masih kecil dan berwarna hijau keunguan menjelang matang dan merah cerah saat matang sempurna. Buahnya berbentuk kerucut, daun meruncing, tangkai bunga tegak serta bunga berbentuk terompet, dan memiliki rasa pedas serta aroma khas yang membuat cabai Hiyung digemari oleh banyak pecinta pedas.

Sebagai salah satu cabai terpedas dari Indonesia, cabai ini juga mempunyai keunggulan adalah mampu bertahan cukup lama dalam suhu ruangan tanpa harus kehilangan rasa pedasnya. Selain memiliki rasa pedas yang luar biasa, cabai Hiyung juga mengandung vitamin A dan vitamin C serta protein, cabai ini telah terdaftar sebagai varietas tanaman lokal khas Tapin Kalimantan Selatan dari Kementerian Pertanian dengan nomor 09/PLV/2012 pada 12 April 2012.

Melansir dari laman pantaugambut.id, awal mula cabai ini seorang petani bernama Soebarjo membawa bibit cabai dari desa Linuh Kecamatan Bungur , Kabupaten Tapin tahun1933. Cabai tersebut ditanam di Desa Hiyung dan tumbuh subur, alhasil cabai tersebut memiliki tingkat kepedasan yang tinggi, sejak saat itulah para petani setempat beralih menanam cabai dengan cara tehnik budidaya tradisional, yang diwariskan secara turun temurun, salah satu ciri khasnya adalah dengan menggunakan mulsa atau rumput rawa yang terdapat disekitar areal penanaman, berfungsi untuk menjaga kelembaban tanah.

Tingkat kepedasan suatu cabai oleh kandungan zat Capsaicin, hal ini yang menyebabkan cabai Hiyung memiliki tingkat kepedasan yang sangat tinggi dan luar biasa. Karena rasanya yang sangat pedas tidak disarankan bagi yang tidak terbiasa oleh makanan pedas, konsumsilah dengan hati-hati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....