Bule Australia Nikahi Gadis Malaysia di Sabang dengan Adat Aceh
- 17 Sep 2026 19:56 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Alunan musik tradisional dan gerakan Tari Ranup Lampuan menyambut kedatangan sepasang pengantin di Pulau Weh, Kota Sabang. Ada yang berbeda dari prosesi pernikahan tersebut, karena sang pengantin pria berasal dari Australia dan pengantin wanita dari Malaysia.
Hamish dan May memilih melangsungkan pernikahan di Pulau Weh Dive Resort, Sabang, dengan menjalankan rangkaian prosesi adat Aceh.
Kedatangan kedua mempelai disambut Tari Ranup Lampuan, tarian tradisional Aceh yang biasa digunakan sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan kepada tamu.
Suasana adat semakin terasa ketika prosesi dilanjutkan dengan peusijuk. Tradisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara pernikahan, sebagai bentuk doa dan harapan agar kehidupan kedua mempelai setelah menikah mendapat keberkahan, ketenteraman dan kebaikan.
Armadhani dari Travelling Sabang mengatakan pasangan tersebut memilih adat Aceh sebagai bagian dari rangkaian pernikahan mereka. Menurut Armadhani, pernikahan tersebut turut memperlihatkan adanya aktivitas wedding photography di Sabang yang memanfaatkan suasana alam dan budaya lokal sebagai bagian dari dokumentasi pernikahan.
"Ini saudaranya Vincent, owner PWDR. Yang perempuan dari Malaysia, sedangkan suaminya dari Australia. Mereka memilih menggunakan adat Aceh dalam prosesi pernikahannya dan Lanskap alam dan unsur budaya lokal menjadi bagian dari dokumentasi momen pernikahan," kata Armadhani saat dikonfirmasi Kamis 17 September 2026.

Hamish yang berasal dari Australia dan May dari Malaysia tidak hanya memilih Pulau Weh sebagai tempat berlangsungnya pernikahan, tetapi juga mengikuti tradisi masyarakat Aceh dalam momen penting tersebut.
Perpaduan itu menghadirkan suasana unik. Busana dan tradisi Aceh berpadu dengan latar belakang kedua mempelai yang berasal dari dua negara berbeda, sementara Pulau Weh menjadi tempat berlangsungnya pertemuan budaya Australia, Malaysia dan Aceh.
Pilihan Hamish dan May menjalankan prosesi adat Aceh juga memperlihatkan bagaimana tradisi lokal dapat menjadi bagian dari pengalaman wisatawan mancanegara.
Sabang selama ini dikenal dengan wisata bahari dan keindahan bawah laut Pulau Weh. Pernikahan tersebut menghadirkan sisi lain dari destinasi wisata ini, ketika kekayaan budaya Aceh ikut menjadi bagian dari pengalaman wisatawan yang datang dari luar negeri.
Bagi Hamish dan May, Pulau Weh bukan hanya menjadi tempat mereka mengucapkan janji pernikahan. Tradisi Aceh yang mereka jalani membuat momen tersebut sekaligus menjadi pertemuan budaya Australia, Malaysia dan Aceh dalam satu perayaan di ujung barat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....