Nilai Budaya Aceh Jadi Daya Tarik Arsitektur di Mata Dunia
- 24 Jul 2026 17:09 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang – Kekayaan budaya dan arsitektur tradisional Aceh dinilai memiliki daya tarik tinggi di mata klien internasional, terutama untuk proyek-proyek yang berkaitan dengan pelestarian warisan budaya (heritage). Wakil Ketua Arsitek Muda Aceh (AMA), Ar.Ferian Yavis Pradika, M.Ars., IAI, mengatakan sebagian besar proyek internasional yang pernah ditanganinya berkaitan dengan dokumentasi dan pelestarian rumah adat berbahan kayu.
"Mereka tertarik pada bangunan berbasis budaya. Indonesia, khususnya Aceh, memiliki kekayaan arsitektur tradisional yang tidak dimiliki banyak negara," ujarnya dalam dialog Beranda Asta Cita Ekonomi Digital RRI Banda Aceh.
Ferian menjelaskan, rumah Aceh memiliki karakteristik unik seperti struktur panggung yang tinggi dan terbukti adaptif terhadap bencana. Nilai tersebut menjadi perhatian banyak pihak dari luar negeri. "Rumah Aceh memiliki ketahanan terhadap bencana. Saat tsunami pun banyak yang tetap berdiri. Hal-hal seperti ini menjadi daya tarik bagi mereka," katanya.
Menurutnya, tren arsitektur dunia saat ini tidak lagi berfokus pada meniru bentuk fisik bangunan tradisional, tetapi lebih kepada mengadaptasi nilai atau filosofi yang terkandung di dalamnya. Ferian menilai generasi muda perlu memanfaatkan potensi tersebut untuk memperluas pasar jasa kreatif hingga tingkat internasional.
Ia juga mendorong arsitek muda memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas, bukan menggantikan kreativitas. Digitalisasi memungkinkan karya kreatif dipasarkan lebih luas dengan biaya yang lebih efisien dibandingkan produk fisik, meski demikian, ia mengingatkan pelaku industri kreatif tetap perlu membangun fondasi usaha yang kuat melalui tim, kantor dan aset nyata agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....