Petani di Sabang Keluhkan Harga Nilam Mulai Merosot

  • 26 Nov 2025 03:37 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang : Petani nilam di Sabang kembali menjadi sorotan seiring menurunnya harga jual komoditas tersebut. Kondisi ini membuat sebagian petani menahan diri untuk menambah luas tanam pada musim kali ini.

Sementara itu Ketua KTNA Sabang, Saifuddin, mengatakan sebagian petani masih aktif mengembangkan nilam meskipun harga mulai turun. Ia menyebut ada petani yang membuka lahan baru, namun penambahan belum signifikan.

“Semangat petani mulai menurun ketika harga nilam turun ke kisaran 700 ribu rupiah per kilogram. Kalau harganya rendah, banyak tanaman yang akhirnya tidak dirawat lagi oleh petani,” ujar Saifuddin, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan, fluktuasi harga menjadi faktor paling menentukan dalam keberlanjutan budidaya nilam di Sabang. Dalam kondisi seperti saat ini, keuntungan bersih petani hanya berkisar 150 hingga 200 ribu rupiah per kilogram.

“Harapan kita pasar bisa lebih stabil agar semangat petani tetap terjaga. Pasar yang tidak menentu bisa menghambat perkembangan nilam meski petani sudah mau berproduksi,” tambahnya.

Saifuddin menambahkan, saat ini terdapat sekitar 50 petani nilam aktif di Batesuk dengan total luas lahan sekitar 20 hektare. Produksi dan perawatan terus dilakukan meski harga belum kembali seperti periode sebelumnya.

Hingga saat ini Pemerintah dan beberapa lembaga telah memberikan dukungan berupa mesin perajang dan fasilitas lainnya. Namun ia menegaskan bahwa kestabilan harga tetap menjadi kunci agar petani dapat meningkatkan kualitas dan kadar PH nilam.

Para petani berharap, pemerintah dapat ikut membantu mencarikan pasar baru untuk penjualan nilam agar harga kembali terjangkau. Mereka menilai dukungan dalam perluasan akses pasar dapat menjadi kunci untuk menstabilkan harga dan menjaga keberlanjutan produksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....