Libur Sekolah Dongkrak Okupansi Hotel di Sabang

  • 03 Jul 2025 20:41 WIB
  •  Sabang

KBRN, Sabang: Masa libur sekolah menjadi momentum meningkatnya okupansi kamar di sejumlah penginapan di Kota Sabang. Salah satunya adalah Maliq Hotel, yang terletak Jalan T. Nyak Arief, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang, Provinsi Aceh.

Penginapan yang terletak di pinggir Pantai Tapak Gajah ini mencatat tingkat okupansi kamar mencapai angka 90 persen dalam kurun waktu tiga pekan terakhir dari total 24 kamar yang tersedia.

Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Maulidar, Resepsionis Maliq hotel. Dirinya menyebutkan sejak awal musim liburan, penginapan memang mengalami lonjakan tamu yang luar biasa. Bahkan dalam sepekan, ada sekitar dua hingga tiga hari dimana seluruh kamar terisi penuh. Sementara pada hari lainnya, tingkat hunian tetap stabil seperti biasa yakni di atas angka 50 persen.

“Hari ini tinggal tiga kamar yang kosong, untuk besok sudah full lagi. Untuk harga kamar berkisar dari Rp375 ribu untuk tipe standar hingga Rp980 ribu untuk tipe eksekutif.” kata Maulidar Rabu (3/7/2025).

Pemandangan dari halaman belakang Maliq Hotel Sabang yang langsung menghadap ke Pantai Tapak Gajah (Foto.Dok/RRI Irzam)

Dia menerangkan tamu yang menginap selama libur sekolah dalam durasi dua hingga tiga malam. Sebagian besar merupakan keluarga maupun rombongan wisatawan domestik. Kondisi ini berbeda dengan hari biasa, dimana tamu cenderung datang dari travel Malaysia ataupun instansi pemerintah dengan durasi menginapnya lebih lama.

“Kalau hari-hari biasa itu paling tamu Malaysia satu malam. Kadang juga tamu dari kantor yang bisa tinggal sampai tiga hari bahkan sebulan. Tapi selama libur sekolah ini didominasi oleh sekmen keluaraga yang nginap dua sampai tiga hari,” tambahnya.

Pemesanan kamar, kata Maulidar, umumnya dilakukan melalui pesan aplikasi seperti WhatsApp, media sosial, maupun lewat agen perjalanan yang langsung membawa tamu ke lokasi.

Sementara situasi sedikit berbeda terlihat di Pacific Hotel Sabang. Penginapan yang terletak di pusat kota Sabang ini mencatat rata-rata 80 persen kamarnya terisi selama masa libur sekolah tahun ini.

Menurut Linda Andrian, kepala operasional hotel tersebut peningkatan jumlah tamu sudah terasa sejak awal musim libur sekolah. Kebanyakan tamu yang menginap berasal dari wisatawan lokal seperti Medan, Sumatra Utara. “Beberapa hari lalu ada rombongan dari sekolah dan dari pesantren tapi ada juga keluarga. Di tempat kita ini tamunya campur, artinya ada dari berbagai daerah,” jelasnya.

Untuk durasi menginap, tambahnya, rata-rata hanya satu malam kecuali jika tamu memutuskan untuk memperpanjang. Linda menyebut sejauh ini belum ada wisatawan asing yang menginap karena penginapan ini tidak memiliki pemandangan pantai yang biasanya menjadi daya tarik bagi turis asing.

“Kita miliki 27 kamar tapi untuk sementara waktu 4 kamar tidak dapat difungsikan. Tarif kamar antara Rp180 ribu hingga Rp350 ribu,” katanya.

Tingkat okupansi tinggi ini diperkirakan berlangsung hingga pertengahan Juli seiring masih berlangsungnya masa libur sekolah. Selain memberi angin segar bagi sektor penginapan, lonjakan tamu yang didominasi wisatawan ini juga turut berpengaruh pada perputaran ekonomi pelaku wisata dan UMKM di Kota Sabang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....