Mengenal Keunikan Rumah Adat Masyarakat Aceh
- 26 Mei 2024 21:21 WIB
- Sabang
KBRN, Sabang : Rumah Adat suatu daerah merupakan identitas daerah tersebut yang menggambarkan karakter dan filosofi masyarakat daerah itu. Salah satu rumah adat masyarakat di wilayah paling ujung pulau Sumatra adalah Rumah Adat masyarakat Aceh yang disebut Rumoh Aceh (Rumah Aceh). Banyak orang Aceh pada zaman dahulu mendiami Rumoh Aceh. Namun, sayangnya saat ini rumah adat tradisional masyarakat Serambi Mekah ini sudah jarang ditemukan.
Dikutip dari laman kemendikbud, saat ini Rumoh Aceh sudah diabadikan di komplek Kantor Museum Aceh, Banda Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dan Rumah Cut Nyak Dhien di Desa Lampisang, 10 km dari pusat Kota Banda Aceh. Seperti halnya Rumah Adat di Provinsi lain yang ada di Indonesia, Rumoh Aceh juga memiliki keunikannya tersendiri. Apa saja? Mari simak ulasannya berikut ini:
1. Rumah Panggung
Rumah tradisional Aceh, misalnya, sengaja dibuat pangung dengan jarak antara tanah dengan lantai rumoh Aceh mencapai 2,5 - 3 meter. Jarak ini sengaja dibuat sedikit tinggi karena orang Aceh zaman dulu, banyak melakukan aktivitas sehari-hari di bawah rumah. Misal, menumbuk padi, menyimpan hasil pertanian atau hasil melaut. Selain itu, lantai dasar Rumoh Aceh juga berfungsi sebagai penyelamatan, baik dari serangan binatang buas maupun bencana alam seperti banjir yang datang seketika.
Ketinggian antara tanah dan lantai juga menuntut orang membuat tangga pada setiap rumah mereka. Tangga yang dibuat untuk Rumoh Aceh punya ciri khas tersendiri, yaitu berjumlah ganjil. Rata-rata jumlah anak tangganya 7, 9, 11, 13, dan seterusnya. Angka ganjil digunakan lebih merujuk pada keyakinan religius dari masyarakat Aceh.
2. Arah pembangunan rumah
Rumah Aceh pada umumnya sengaja didesain menghadap kiblat karena masyarakat Aceh menganut agama Islam. Desain menghadap ke arah barat juga bertujuan untuk keselamatan dari angin badai. Di Aceh, angin kencang sering bertiup antara dua arah, yaitu arah barat atau timur.
3. Atap Rumah
Atap Rumoh Aceh dibuat dari daun rumbia yang dianyam sendiri oleh masyarakat. Sengaja dipilih daun rumbia sebagai atap rumah karena ringan sehingga tidak menambah beban rumah. Selain itu, daun rumbia bisa mendatangkan hawa sejuk. Atapnya memiliki penahan berupa berupa tali ijuk yang diikat tidak bersambung. Dengan tujuan untuk meminimalisir dampak musibah. Misalnya saat terjadi kebakaran pada bagian atap, maka pemilik rumah hanya cukup memotong satu tali saja. Sehingga seluruh atap rumah yang terhubung atau terpusat pada tali ijuk langsung terjatuh atau roboh. Hal ini dapat menghindari atau meminimalisir dampak dari kebakaran.
4. Pintu rumah pendek
Bagian pintu rumah adat Aceh dibuat setinggi 120-150 cm, ukuran tersebut tidak lebih tinggi dari ukuran orang dewasa. Oleh sebab itu, setiap orang yang masuk ke dalam rumah harus menunduk. Ini merupakan simbol bahwa tamu perlu menghormati tuan rumah. Islam sebagai agama yang dianut oleh sebagian masyarakat Aceh, juga mengajarkan setiap pemeluknya untuk memuliakan tamu pula. Jadi, hal ini dimaksudkan untuk menciptakan sikap saling menghormati.
5. Tidak menggunakan paku
Salah satu hal yang paling unik dari rumah masyarakat Aceh terletak pada konstruksinya yang kuat dan dibangun tanpa paku besi. Untuk mengikat antar sendi bangunan, rumah adat Aceh menggunakan semua bahan dari alam yaitu rotan dan tali ijuk dari serabut batang nira.
Tiang dan lantai itu diikat dengan pasak (bajoe) tanpa menggunakan paku. Jumlah tiang penyangga Rumoh Aceh juga banyak. Sehingga komponen ini dapat membuat rumah semakin kuat. Rumah adat Aceh juga tahan akan gempa karena struktur utama kontruksi bangunan yang elastis dan saling mengunci. Kokoh dan tahan getaran serta kuat bertahan hingga ratusan tahun.
6. Motif hiasan rumah
Biasanya dalam bangunan rumah adat Aceh, terdapat motif-motif hiasan rumah seperti motif atau ukiran-ukiran keagamaan yang diambil dari ayat-ayat Al Quran dan motif tumbuh-tumbuhan baik berbentuk daun, akar, batang, ataupun bunga-bungaan. Ada juga motif fauna bercorak hewan unggas yang disukai oleh masyarakat Aceh, seperti merpati dan balam atau perkutut.
Inilah ragam keunikan Rumoh Aceh yang menjadi kebanggaan masyarakat di Tanoh Rencong.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....