Travelling di Era AI, Teknologi Membantu Pengalaman Tetap Bermakna
- 21 Sep 2026 09:41 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) AI telah masuk ke dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor pariwisata. Cukup masukkan keyword ke platform AI, kamu sudah bisa mendapatkan rencana perjalanan, estimasi anggaran yang diperlukan, dan rekomendasi tempat wisata dalam hitungan detik.
Mengandalkan bantuan AI saat akan melakukan perjalanan atau travelling memang sangat memudahkan. Dari AI kamu dapat merangkum ulasan wisatawan, jadi bisa tahu keseluruhan nuansa suatu tempat. Kemudian AI juga dapat membantu menyiapkan daftar barang bawaan serta tips travelling ke tujuan, serta menyusun jadwal perjalanan (itinerary) dengan cepat.
Namun, ada beberapa hal yang tidak dapat digantikan AI dalam proses travelling, salah satunya adalah bonding emosional. “Ada kemampuan yang tidak dimiliki oleh AI, yaitu kemampuan emosional antar manusia. Jadi, masih perlu adanya peran manusia dalam travel itu,” ujar T. Muhammad Rayyan, Anggota Gesid Kota Banda Aceh, dalam dialog “Travelling Di Era AI: Lebih Mudah atau Malah Kehilangan Petualangan” bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Jumat, 14 Agustus 2026.
Menurutnya, jika bergantung kepada AI, maka kecil kemungkinan dapat merasakan secara langsung kebudayaan setempat. “Contohnya saja kita di Aceh yang punya budaya peumulia jamee. Turis-turis luar kalau mengandalkan AI, tidak akan merasakan kebudayaan tradisional Aceh itu,” lanjutnya.
Selain itu, mendengarkan cerita langsung dari masyarakat lokal memberikan pengalaman yang lebih bermakna dari pada hanya mengandalkan informasi dari AI. Bbelum lagi, banyak rekomendasi visual yang dihasilkan lewat AI kadang membuat kita berekspektasi berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi ril di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....