Generasi Muda Aceh Diminta Belajar Berdagang sebelum Berbisnis

  • 21 Sep 2026 06:50 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Generasi muda Aceh diminta membangun mental kewirausahaan dengan belajar berdagang sebelum mengembangkan bisnis berbasis sistem. Kepala Unit Pengembangan Bisnis STAI Tengku Chik Pante Kulu, Dr.Yusniar, MM., mengatakan praktik berjualan penting untuk membentuk keberanian dan pengalaman menghadapi konsumen.

Menurutnya, mahasiswa sering kali langsung diberikan pemahaman mengenai bisnis tanpa terlebih dahulu memahami proses dasar dalam menghasilkan dan menjual produk.

Ia menilai kondisi tersebut membuat sebagian mahasiswa menganggap modal sebagai hambatan utama dalam memulai usaha, padahal banyak potensi ekonomi di lingkungan keluarga dan desa yang dapat dikembangkan menjadi produk.

“Bukan enggak punya modal, banyak modal di kampung yang bisa digarap,” ujarnya dalam Dialog Ekonomi Digital Pro 1 RRI Banda Aceh, Jum'at, 4 September 2026.

Pngalaman berjualan akan membantu generasi muda memahami produk, konsumen, pemasok, hingga pemasaran. Setelah memiliki pengalaman tersebut, generasi muda dapat meningkatkan kemampuan dari penjualan menuju pemasaran dan pengembangan sistem bisnis.

Ia juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk membantu mengembangkan bisnis. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk menganalisis pelanggan, mengatur produk, hingga memberikan masukan terhadap tata letak toko.

Yusniar menilai pemanfaatan AI tidak hanya relevan bagi pelaku usaha di perkotaan, tetapi juga masyarakat desa, teknologi tersebut dapat membantu pelaku usaha mengambil keputusan berdasarkan kebutuhan dan perilaku konsumennya. Namun, ia mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi tanpa menghasilkan nilai ekonomi, pentingnya kreativitas manusia dalam memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....