Hati yang Dekat dengan Allah SWT Menjadi Kunci Kebahagiaan

  • 06 Sep 2026 17:39 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang - Kebahagiaan menjadi sesuatu yang dicari setiap manusia. Namun, kebahagiaan sejati tidak selalu ditentukan oleh banyaknya harta, jabatan, dan kemewahan. Penyuluh Agama Islam, Tgk. Rusli Daud, S.Hi, M.Ag, mengatakan bahwa dalam Islam, kebahagiaan justru berawal dari kondisi hati.

“Jika hatinya baik (qalbun salim), maka seluruh tindakan anggota tubuh akan ikut baik. Lidah tidak berghibah, mata terjaga dari melihat hal buruk, dan tangan tidak menyebarkan berita bohong/hoaks,” ujarnya dalam dialog “Hati Tenang, Hidup Lapang, Kunci Bahagia dalam Islam" bersama Pro 1 RRI Banda Aceh, Jumat, 7 Agustus 2026.

Ia menjelaskan bahwa hati manusia tidak akan benar-benar tenang apabila jauh dari Allah SWT. Ketenangan hati atau tatmainnul qulub akan tumbuh ketika seseorang mendekatkan diri kepada Allah dan mengisi kehidupannya dengan mengingat-Nya.

Ia juga membagi hati manusia menjadi tiga kondisi. Pertama, qalbun salim, yakni hati yang sehat dan bersih, yang senantiasa mengingat Allah, dan merespons kebaikan. Kedua, qalbun marid, yaitu hati yang sedang sakit karena dipengaruhi berbagai penyakit batin seperti keraguan, kemaksiatan, iri hati, dan kesombongan. Ketiga, qalbun mayyit, yaitu hati yang mati, yaitu kondisi ketika seseorang sudah tidak lagi merespons kebaikan atau ajakan mengingat Allah.

Untuk mengembalikan kedamaian hati, ia mengingatkan pentingnya memperbanyak zikir. Mengingat Allah menjadi salah satu cara untuk menjaga hati agar tetap hidup dan dekat dengan Sang Pencipta. Selain zikir, manusia juga perlu memahami hakikat dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah, yang pada dasarnya tidak memiliki sesuatu secara mutlak, karena segala sesuatu hanyalah milik Allah. Meyakini bahwa setiap garis takdir memiliki hikmah terbaik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....