Generasi Muda Diminta Bijak Mengikuti Tren Media Sosial

  • 31 Agt 2026 01:09 WIB
  •  Sabang

RRI.CO.ID, Sabang — Generasi muda diminta lebih bijak mengikuti tren yang berkembang di media sosial. Setiap tren perlu disaring agar tidak berdampak negatif terhadap kondisi sosial, mental dan ekonomi. Jamalul dari Komunitas Turun Tangan Aceh mengatakan, fenomena fear of missing out atau FOMO tidak selalu berdampak buruk.

Tren positif seperti olahraga dapat mendorong generasi muda menjalani aktivitas yang lebih sehat. “Jangan sampai kita mengikuti hal-hal yang memaksakan kehendak, yang pada akhirnya dari sisi ekonomi dan personal cukup sulit,” kata Jamalul dalam program Cek Cerita Kamu RRI Pro 2 Banda Aceh, Senin, 24 Agustus 2026.

Ia menilai pengguna media sosial perlu menyesuaikan tren dengan nilai dan norma yang berlaku di lingkungan masing-masing. Menurutnya, generasi muda di Aceh juga perlu mempertimbangkan norma agama, budaya, sosial dan adat.

Qareen Zickrina Alfaryza Nst, menambahkan media sosial juga dapat membuka peluang ekonomi bagi generasi muda. Aktivitas seperti pemasaran digital dan affiliate dapat dimanfaatkan selama dilakukan secara bijak.

Namun, Qareen mengingatkan agar generasi muda tidak mengikuti tren hanya karena takut tertinggal. Keputusan mengikuti tren sebaiknya mempertimbangkan manfaat dan kemampuan pribadi. “Banyak FOMO yang menguntungkan, tetapi tidak sedikit juga yang merugikan diri sendiri,” ujar Qareen.

Keduanya juga menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan ulang terhadap informasi yang beredar di media sosial. Pengguna perlu mengetahui sumber informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.

Perkembangan kecerdasan buatan atau AI membuat masyarakat semakin membutuhkan kemampuan literasi digital. Video dan informasi yang dibuat dengan teknologi AI dapat terlihat meyakinkan, sehingga perlu diperiksa sebelum dipercaya.

Ia mengajak generasi muda mengatur penggunaan media sosial dengan membangun kesadaran, mengenali kelebihan dan kekurangan diri, serta memiliki kemauan untuk berubah. Aktivitas organisasi dan komunitas dinilai dapat membantu membangun kebiasaan yang lebih produktif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....