Olahraga Jadi Media Dakwah Positif bagi Generasi Z
- 25 Agt 2026 22:08 WIB
- Sabang
RRI.CO.ID, Sabang - Aktivitas olahraga dinilai dapat menjadi salah satu media dakwah yang efektif untuk mendekati generasi Z. Pendekatan ini dinilai relevan karena memadukan aktivitas yang digemari anak muda dengan penyampaian nilai-nilai keislaman secara santai, kreatif, dan tidak menggurui.
Ketua Departemen Olahraga Remaja Masjid Raya Baiturrahman Aceh, Salsabila, mengatakan olahraga dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk menyalurkan emosi, mengurangi stres, sekaligus membangun interaksi sosial yang positif.
Menurutnya, kegiatan olahraga seperti lari bersama tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, tetapi juga dapat mempererat pertemanan dan menjadi ruang bagi anak muda untuk saling memberikan dukungan.
“Olahraga menjadi salah satu cara kita melampiaskan emosi secara positif. Dengan olahraga, kita juga bisa mengurangi stres,” ujar Salsa dalam Dialog Cek Cerita Kamu RRI Banda Aceh, Minggu 23 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, tekanan kehidupan dan penggunaan media sosial secara berlebihan dapat membuat generasi Z rentan membandingkan kehidupannya dengan orang lain. Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi emosi dan kepercayaan diri anak muda.
Karena itu, Salsa mendorong generasi muda mengisi waktu dengan kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga yang dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mengelola emosi.
Salsa mengatakan aktivitas olahraga juga dapat dikembangkan menjadi bagian dari kegiatan dakwah. Remaja masjid, menurutnya, dapat berkolaborasi dengan komunitas olahraga untuk menggelar kegiatan seperti lari, badminton, atau futsal yang dipadukan dengan kajian ringan maupun kegiatan sosial.
Menurutnya, pendekatan tersebut membuat dakwah terasa lebih dekat dengan kehidupan anak muda karena tidak selalu harus diawali dengan ceramah. Nilai-nilai Islam dapat disampaikan melalui praktik langsung, seperti menjaga aurat, batas pergaulan, sportivitas, dan membangun kebiasaan positif.
“Di dalam olahraga tetap bisa ada unsur syariatnya. Misalnya menjaga pakaian dan aurat. Jadi tetap olahraga, tetap keren, tetapi nilai-nilai Islam juga dijaga,” katanya.
Selain kegiatan olahraga, Salsa menilai lingkungan pertemanan juga memiliki pengaruh besar terhadap perilaku generasi Z. Karena itu, anak muda perlu memilih lingkungan yang dapat memberikan motivasi dan mendorong mereka melakukan kegiatan positif.
Ia mengibaratkan pengaruh pertemanan seperti seseorang yang bergaul dengan penjual parfum sehingga ikut mencium wanginya. Sebaliknya, pergaulan yang dekat dengan perilaku negatif juga dapat memengaruhi sikap dan keputusan seseorang.
Salsa menambahkan, dakwah kepada generasi muda dapat dikemas dalam berbagai bentuk yang dekat dengan kehidupan mereka, termasuk melalui konten edukasi tentang pengelolaan emosi, ekonomi, kesehatan, pemilihan pasangan, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Menurutnya, dakwah tidak semata-mata berbicara tentang dosa dan pahala, tetapi juga mengajak masyarakat melakukan kebaikan yang memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Ia mengajak generasi Z memulai perubahan dari hal-hal sederhana. Bagi anak muda yang merasa jauh dari agama, Salsa menyarankan agar kembali mendekatkan diri kepada Allah secara bertahap, antara lain dengan memperbaiki salat dan membangun lingkungan pertemanan yang positif.
Ia menegaskan, dakwah tidak harus menunggu seseorang menjadi sempurna. Setiap orang dapat mengambil peran dengan memberikan contoh yang baik dan mengajak orang lain melakukan kebaikan.
“Banyak hal baik yang bisa kita lakukan selama kita berniat baik. Bisa olahraga, ikut komunitas, membaca, atau kegiatan positif lainnya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....